Balai Haji di Bandara King Abdul Aziz Dibuka, Langsung Sambut Jemaah Umrah

Jakarta, (gomuslim). Menindaklanjuti instruksi yang disampaikan oleh Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Dr. Muhammad Shalih bin Thahir Bantan terkait peningkatan pelayanan jemaah haji dan umrah, maka Direktur Departemen Haji dan Umrah Arab Saudi Faishal bin Shalih Madani meningkatkan pelayanan jemaah mulai dari penyambutan di Bandara King Abdul Aziz dengan memberikan Mushaf, air Zamzam, brosur seputar Haramain, buku saku tentang panduan ibadah haji dan umrah yang ditulis dengan berbagai bahasa.

Penyediaan fasilitas tersebut dimulai saat memasuki musim umrah Ramadhan atau memasuki musim haji. Untuk meresmikan pengadaan fasilitas serta peningkatan layanan bandara, Ketua Pengurus Masjid Haramain Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz  As Sudais membuka acara peresmian peningkatan pelayanan di Bandara King Abdul Aziz.

uyiryu

Penyambutan kedatangan jemaah umrah yang dilakukan di bandara tak terlepas dari saran yang diberikan oleh Sudais dan wakilnya Huzaim, maka ketika balai haji di bandara dibuka kembali pada Kamis (2/6/2016), beliau adalah tokoh yang juga merupakan tamu kehormatan dalam acara pembukaan tersebut. Sebagai petinggi pengurus Masjid Haramaian, Sudais diberikan kesempatan untuk meresmikan pembukaan fungsi balai haji. Baginya hal ini sudah merupakan kewajiban tuan rumah dalam menyambut tamu, terlebih yang disambut adalah tamu Allah yang hendak beribadah.

Pada tahun lalu penyambutan kedatangan jemaah umrah di bandara King Abdul Aziz dengan cara memberikan bingkisan berisi bunga dan air zamzam, namun pada tahun ini pemberian bunga diganti dengan Mushaf, buku saku tentang panduan ibadah haji dan umrah, serta brosur umrah.

Bandara King Abdul Aziz adalah bandara internasional  yang terletak di Jeddah, bandara ini diresmikan oleh Pemerintah Arab Saudi pada 1981. Saat itu juga Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan Fatwa tentang keabsahan Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dijadikan sebagai Miqat Makani bagi jemaah haji Indonesia.

Karena jemaah haji dan umrah adalah tamu Allah, maka pelayanan kepada mereka merupakan hal yang harus diprioritaskan, itulah sebabnya Pemerintah Arab Saudi melalui lembaga otoritas terkait kerap melakukan peningkatan keamanan serta fasilitas yang tersedia di bandara.

Bagi Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia kerap menyebut balai haji yang ada di Bandara Internasional King Abdul Aziz sebagai Oktagon. Biasanya Pemerintah Indonesia menjadikan balai yang telah disediakan ini sebagai tempat pelayanan umum yang meliputi pelayanan ibadah maupun kesehatan jemaah. (fh)


Back to Top