30 Ribu Tentara Bergerak ke Masjidil Haram, Ada Apa?

Jakarta, (gomuslim). Menjelang Ramadhan, di sekitar Masjidil Haram banyak dijumpai tentara bertugas. Mereka ditempatkan di sejumlah titik-titik penting, juga ditempatkan untuk menjaga sara-sarana umum di sekitar Masjid. Benar, bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang baik untuk melaksanakan ibadah umrah, karena itu pada bulan Ramadhan Masjidil Haram kerap ramai dikunjungi banyak jemaah. Diprediksi jumlah jemaah akan meningkat mengisi ruang Masjidil Haram. Selain yang hendak melaksanakan umrah, ada pula masyarakat muslim dari berbagai daerah sekitar Mekkah yang sengaja ingin melaksanakan shalat tarawih di Masjidil Haram.

Prediksi lonjakan jumlah jemaah itu membuat Pemerintah Arab Saudi mengerahkan 30 ribu lebih personel keamanan yang banyak dikenal dengan sebutan asykar  atau rajulul amni. Puluhan ribu pasukaan keamanan ini dipimpin oleh Mayor Jendral Abdul Aziz As-Suli. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Pusat Informasi Markas Besar Keamanan Umum di Mina, As Suli memberikan pernyataan, “Tindakan ini merupakan langkah-langkah yang diambil  sebagai upaya untuk menertibkan keamanan khususnya di Tanah Suci dan Masjidil Haram pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ujar As Suli akhir pekan ini seperti dikutip al-Madinah.

Selanjutnya komandan pasukan keamanan Arab Saudi ini juga menyampaikan bahwa yang paling menonjol nanti adalah munculnya lonjokan jumlah jemaah pada bulan ramadhan yang datang mengunjungi Masjidil  Haram, maka tugas pasukan keamanan adalah menjaga keselamatan jemaah agar tujuan positif dapat tercapai dan hal-hal negatif dapat dihindari.

Tugas pasukan keamanan atau asykar yang dikerahkan pada bulan Ramadhan di Masjidil Haram tidak hanya mengawasi keadaan di sekitar masjid, namun juga harus menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal jemaah atau tempat yang kerap disinggahi oleh jemaah di sekitar Mekkah. Belajar dari tahun lalu, bahwa kepadatan Masjidil Haram akan terlihat pada bulan suci Ramadhan, untuk itu agar tidak terjadi kerepotan dalam pengaturan keramaian jemaah perlu dikerahkan puluhan ribu personel keamanan yang melibatkan polisi dan tentara.

Banyaknya jumlah personel keamanan yang dikerahkan tak terlepas dari daya tampung Masjidil Haram yang besar, itulah sebabnya membutuhkan pengaturan atau penertiban jemaah secara intensif dengan kapasitas petugas yang perbandingannya sekitar satu petugas dapat mengatur 30 orang, “Masjidil Haram Mekkah tahun ini dapat menampung lebih dari 900 ribu jemaah, baik yang hanya sekadar berkunjung maupun yang melakukan umrah  dan shalat Tarawih,” kata As-Suli.

iutgiu

Terkait pelaksanaan penertiban kerumunan jemaah, Komandan Lapangan Pasukan Keamanan Muhammad Al Ushaimiy akan  menerapkan manajemen penanggulangan keramaian yang kerap terjadi di pelataran bagian selatan Masjidil Haram dari Shafa sampai gerbang nomor 87. Semua tugas ini tidak dikerjakan oleh lembaga keamanan saja melainkan akan bersinergi dengan Departemen Penanggulangan Kerumunan. Dalam tugas yang dijalakan bersama antarlembaga ini, maka demi efektifitas pekerjaan harus mengedepankan tujuan bersama dalam  kerjasama, tujuan tersebut yakni, mengedepankan pertolongan, keamanan, serta perlindungan jemaah.

Menjelang Ramadhan, Pemerintah Arab Saudi dari tingkat  pemimpin negara sampai eksekutor lapangan aktif melakukan upaya-upaya sambut bulan suci Ramadhan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Selain itu lembaga atau otoritas terkait dengan penyelenggaraan haji saat ini banyak yang berinisiasi untuk meningkatkan pelayanan jemaah umrah atau pun pengunjung turis haramain.

Keamanan dan keselamatan jemaah adalah hal utama yang harus diperhatikan oleh otoritas terkait di Arab Saudi, pasalnya tahun lalu terjadi peristiwa memilukan yang telah menelan ribuan korban jiwa. Semoga jemaah umrah pada Ramadhan ini diberikan keselamatan.  (fh)


Back to Top