Indonesia Menuju Role Model Ekonomi Syariah Dunia

Depok, (gomuslim). Lebih dari 500-an mahasiswa dan mahasiswi jurusan ekonomi dan perbankan syariah dari berbagai Universitas mengikuti kuliah umum yang dilaksanakan pada hari Sabtu, (05/06/16) di auditorium Universitas Gunadarma Kampus D, Depok, Jawa Barat. Kuliah umum yang mengangkat tema “Sistem Moneter Islam” tersebut, diasuh langsung oleh pakarnya, yakni Rifki Ismail, ph.D (Asisten Direktur, Divisi Pengembangan dan Pengaturan Pasar Keuangan Syariah, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia). Pengalamannya yang sangat kaya di bidang ekonomi syariah, membuat para peserta kuliah umum seperti terhipnotis dengan materi-materi yang ia sampaikan.

Tak hanya pandai dalam penyampaian materi, Rifki Ismail juga mampu menyelipkan kata-kata yang mengundang gelak tawa peserta. Seperti ketika ia menyindir para peserta wanita yang nenakai hijab dengan model yang berbeda-beda. “Indonesia itu hebat loh. Seharusnya Indonesia bisa menjadi panutan dunia dalam berhijab. Hanya di Indonesia yang mempunyai 99 cara memakai jilbab. Putar sana, putar sini. Akhirnya kecekek sendiri lehernya”, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rifki Ismail mengupas tuntas semua problem-problem mengenai prospek dan tantangan ekonomi syariah dalam berbagai perspektif. Mulai dari perspektif penerapannya, kajiannya, SDM-nya, perbankannya, porsi keterlibatan Pemerintahnya, hingga kebijakan-kebijakan yang ada dan kebijakan yang seharusnya ada.

Namun, di antara banyak hal penting yang ia sampaikan dalam kuliah umum kali itu adalah ketika beliau menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi role model dunia dalam penerapan ekonomi syariah di dunia. Seperti misalnya pada kasus jaminan atas imbalan yang akan diberikan. Di dunia belum ada sistem imbalan yang islami. Islami di sini bukan hanya karyawannya dan negaranya yang islami, tetapi juga konsep dan penerapannya yang juga islami.  Selain pada kasus jaminan imbalan yang islami, Indonesia juga berpeluang untuk menjadi pelopor lembaga zakat dan wakaf dunia yang nantinya dapat dinikmati oleh banyak orang di dunia.

Tak cukup sampai disitu, Indonesia juga dijadikan sebagai objek utama untuk mendirikan badan zakat sebagai bagian dari kerjasama antara Islamic Development Bank (IDB) dengan Pemerintah Indonesia. Dan yang paling menggembirakan adalah saat ini sudah tahap final untuk membentuk kantor Islamic Mega Bank yang dananya berasal dari OKI, sebuah organisasi negara-negara Islam, di Indonesia, bersaing ketat dengan Turki yang sangat menginginkan project tersebut. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk menjalankan project infrastruktur di seluruh Negara Islam.

Secara keseluruhan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia sangat signifikan. Walaupun Pemerintah belum men­-support penuh penerapan ekonomi syariah, hal itu bukan dikarenakan Pemerintah tidak menginginkan ekonomi syariah atau alasan-alasan lainnya yang cenderung negatif. Melainkan karena Pemerintah menungggu kesiapan dan kajian yang lebih dalam lagi untuk penerapan ekonomi syariah secara total di Indonesia. Terbukti ketika Prseiden Joko Widodo mengesahkan berdirinya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang akan mengawal dan mengatur kebijakan-kebijakan makro di Indonesia. Semua itu menandakan bahwa prospek ekonomi syariah di Indonesia dalam menjawab tantangan dari Pemerintah berjalan dengan baik.


Back to Top