Selimut Kakbah Dirawat secara Khusus Selama Bulan Suci Ramadhan

Mekkah, (gomuslim). Hampir sejuta pengunjung diprediksikan akan memadati Masjidil Haram di bulan suci Ramadhan. Masyarakat Muslim dari berbagai penjuru dunia sangat berharap untuk dapat melakukan iktikaf di Masjidil Haram pada bulan penuh berkah dan ampunan ini, karena itulah Masjid suci ini ramai   dikunjungi. Namun keramaian jemaah harus diatur dengan manajemen khusus agar tidak terjadi kerusakan property di masjid suci ini.

Selain persiapan pengamanan dari personel militer, atribut Kakbah pun harus dibersihkan tak terkecuali kiswah yang menyelimuti Kakbah. Dewan Pengurus Masjidil Haram kerap mengadakan pembersihan masjid termasuk Kakbah beserta komponen lain di sekitarnya. Seperti yang dikutip dari situs resmi Pengurus Masjidil Haram gph.gov.sa Senin, (06/06/2016), Lembaga Pembuat Kiswah melakukan upaya perawatan dengan mengerahkan 160 pegawai terlatih untuk membersihkan, menjahit dan mengilapkan benang emas pada kaligrafi kiswah.

Direktur Pabrik Kiswah Dr. Muhammad bin Abdillah Bajudah menandaskan bahwa pihaknya akan melakukan upaya perawatan kiswah sampai akhir bulan Ramadhan. Nantinya kiswah kakbah akan ditambah kain di sisinya untuk memperkuat kiswah agar tidak robek jika terjadi kepadatan jemaah di Masjidil Haram.

Departemen pabrik kiswah pun akan meng-upgrade mesin tenun, serta memperhatikan manajemen pegawai guna meningkatkan kemampuan menenun, mengingat tenaga kerja yang ada di pabrik kiswah adalah berdasarkan kaderisasi karena itulah harus terus ada pelatihan terhadap kader baru. Pelatihan pekerja yang dilakukan oleh manajemen adalah langkah untuk menghadapi transisi cara bekerja dari menggunakan metode tradisional ke metode modern. Penataran atau pelatihan juga akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pegawai dari berbagai aspeknya.

glkhl

Karena itulah untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja, maka Departemen Pembuat Kiswah (pabrik kiswa) menggandeng kelompok riset Universitas Ummul Qura’ agar dapat menyampaikan hal-hal terkait metode pencelupan kain secara modern dan bagaimana melakukan perawatan kiswah dari  cuaca akibat kerumunan orang yang dapat mempengaruhi ketahanan kiswah Kakbah. Karena kerumunan orang yang mengitari Kakbah dapat mempengaruhi suhu di sekitar kiswah. Kemudian kelompok riset dari Universitas Ummul Qura’ juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang cara merawat emas atau benang emas pada kiswah agar tetap terlihat mengkilap.

Albajudah menambahkan bahwa pabrik kiswah terbuka untuk dikunjungi jemaah dengan persyaratan tidak mengganggu pegawai yang bekerja, tetap memperhatikan ketertiban yang berlaku, tidak juga diperbolehkan memegang benang emas yang tersulam di atas kiswah demi menjaga agar kaligrafi bersulam benang emas tersebut tetap mengkilap.

Kain berwarna hitam ini, sejatinya hanya kain sutra biasa namun menjadi istimewa karena dilekatkan pada Kakbah yang merupakan titik kiblat umat Muslim seluruh dunia. Maka tak heran perawatan kiswah ini menjadi penting untuk diperhatikan. Selain itu penanganannya pun harus serba hati-hati, hal ini menandakan bahwa Kakbah adalah sesuatu yang spesial sehingga selimutnya dibuat dan dirawat begitu istimewa. (fh)


Back to Top