Bisnis Property Syariah Makin Melaju Kencang

Jakarta, gomuslim. Beberapa tahun belakangan ini, bisnis property syariah menunjukan perkembangan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan property berbasis syariah yang bermunculan. Mulai dari pemain baru maupun pemain lama (baca: developer) yang merambah pasar property syariah. Demikian juga dengan profesi tenaga ahli di bidang syariah, seperti praktisi bisnis developer syariah, trainer, hingga konsultan bisnis developer syariah, semakin banyak yang mengambil profesi itu. Hal ini tidak lepas dari semakin meningkatkan gaya hidup islami umat Islam.

            Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri, porsi pembelian property melalui sistem syariah telah meningkat sebesar 11.23 %, yang menjadi sinyal positif perkembangan property syariah di Indonesia dan antusiasme masyarakat terhadap platform baru yang muncul. Hal ini, secara tidak langsung, telah menandakan bahwa masyarakat jenuh dengan bisnis yang dinahkodai konsep ekonomi sekuler-kapitalis, terutama dalam berbisnis.

            Munculnya property syariah sendiri semakin menambah ketat persaingan bisnis property di Indonesia, yang menurut para ahli akan terus menunjukan perkembangan yang menarik hingga akhir 2020. Persaingan bisnis property, yakni antara property berbasis syariah dan non syariah (konvensional), pada akhirnya sangat menguntungkan masyarakat secara luas. Masyarakat pun diberikan banyak pilihan dengan hadirnya bisnis property syariah ini. Terlebih untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas beragam Islam. Tentu ini sangat membantu bagi kalangan atau kelompok yang menginginkan terjadinya transaksi yang syar’I atau sesuai syariah.

            Dalam konteks latar belakang kemunculan bisnis property syariah di Indonesia sebetulnya belum ada data valid yang dapat menujukan kapan awal mula atau cikal bakal lahirnya bisnis property syariah. Akan tetapi, bisnis property syariah di Indonesia tentu diawali dengan munculnya bank syariah itu sendiri. Di Indonesia, bank yang pertama kali memperkenalkan bank syariah adalah bank muamalat, yakni pada tahun 1991 dan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 1992.

            Pada akhirnya, untuk menyempurnakan perkembangan bisnis property yang pesat ini, sudah seharusnya para pelaku bisnis, dalam hal ini bisnis property syariah, memberikan edukasi kepada masyarakat secara sistematis, masif, dan terstruktur, sehingga masyarakat sebagai konsumen bisa lebih cerdas. Mulai dari perbedaan property syariah dan property non syariah (dalam hal akad, denda, dan ribawi) hingga memilih bisnis-bisnis yang menguntungkan dan tetap mengedepankan ideologi yang bersangkutan.


Back to Top