Permintaan Meningkat, Spekulan Air Zamzam Makin Marak

Mekkah, (gomuslim). Pada bulan ramadhan kebutuhaan akan air Zamzam makin meningkat hal ini disebabkan jumlah pengunjung Masjidil Haram yang bertambah banyak. Sebelumnya air Zamzam kerap dibagikan kepada penduduk, pelancong  dan jemaah haji/umrah. Karena itulah dibangun proyek Raja Abdullah di Kudai untuk menangani pembagian air zamzam bagi para penduduk dan jemaah.

Namun akhir-akhir ini jatah air zamzam penduduk dikurangi dari 20  kontainer per bulan mejadi 10 kontainer, pengurangan ini disebabkan oleh pembagian air Zamzam dengan jemaah yang berkunjung atau yang sedang umrah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadhan. Kebijakan penguranan ini ditetapkan oleh Perusahaan Air Nasional (NWC) selaku operator Proyek Pengelolaan dan Pembagian Air Zamzam Raja Abdullah di Kudai.

Namun akibat kebijakan pengurangan porsi air Zamzam yang telah ditetapkan, hal ini menjadi penyebab munculnya oknum nakal yang menjual air zamzam dengan harga 150 persen lebih mahal dari harga pasar, mereka mengaku sebagai vendor  gelap air Zamzam dengan menawarkan harga yang lebih mahal dari aslinya. Untuk harga air Zamzam  dari pemasok resmi sebesar SAR 5 per kontainer (berisi ±5 liter air).

Penduduk Saudi banyak yang protes degan kebijakan pengurangan jatah air Zamzam dari instansi terkait, pasalnya mau tidak mau masyarakat harus rela membayar 150 persen lebih  mahal dari biasannya jika mereka membeli kekurangan dari yang sudah dibagikan dari pemerintah. Kebanyakan pemasok ilegal itu adalah ekspatriat ilegal yang memanfaatkan peluang ini untuk dijadikan pasar gelap penjualan air Zamzam.

Manshur Abdullah salah seorang warga Mekkah menyatakan bahwa manajement proyek yand dicanangkan di Kudai adalah management yang baik, “Ini adalah sistem yang bagus, namun sistem yang bagus ini telah berubah, sekarang pemegang KTP dan KK hanya diberikan 2 kontainer setiap 15 hari,” ujarnya seperti yang dilansir dari Saudi Gazette, Senin (06/06/2016).

Akibat kebijakan ini, Abdullah pun menjelaskan bahwa, akhirnya masyarkat terdorong untuk membeli ari Zamzam di pasar gelap meskipun harganya mahal, karena didorong oleh kebutuhan akan air yang penuh berkah ini, terlebih di bulan suci ramadhan. Pada satu sisi para spekulan mengambil untung di tengah kebutuhan masyarakat, seolah-olah ia telah berhasil memancing di air keruh.

Selain Abdullah, Omar Madani seorang warga Saudi juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan air Zamzam dari proyek Raja Abdullah di Kudai. “Saya harus mengantri selama satu jam hanya untuk mendaftar saja (sebagai penerima air zam-zam),” tandasnya.

Pembatasan 2 kontainer dalam 2 minggu sekali untuk masing-masing KK, bagi masyarakat Saudi adalah hal yang memberatkan, itu pun harus rela mengantri selama berjam-jam sehingga dengan ini masyarakat –suka atau pun tidak- akhirnya mendatangi pasar gelap air zam-zam. Sayangnya masyarakat harus rela merogoh kantong lebih dalam karena harga yang tadinya SAR 5 per kontainer harus mereka bayar dengan SAR 13-20 per kontainer di pasar gelap.

Ketika dimintai konfirmasi para ekspatriat yang menjual air Zamzam hanya bisa mengatakan bahwa mereka sanggup menyediakan layanan selama 24 jam setiap harinya, sedangkan pihak pemerintah hanya membatasinya sebanyak 2 kontainer per 2 minggu, dari situlah maka masyarakat masih mau membeli air Zamzam di pasar gelap. (fh)


Back to Top