Petugas Nonkloter Terus Dilatih Sebelum Musim Haji Tiba

Jakarta, (gomuslim). Calon jemaah haji dari tanah air akan mendapatkan pelayanan dari petugas haji yang lebih kredibel selama di tanah suci. Kementerian Agama sebagai penyelenggara haji nasional telah melakukan pemetaan kelemahan petugas, terutama ketika mengurus kepentingan jemaah selama di tanah suci. Oleh karena itu, petugas yang dinyatakan lulus seleksi akan segera dilatih secara intensif sebelum musim haji tiba.

Mengusung tema “Negara Hadir Dalam Mengantar Jemaah Menggapai Haji Mabrur”, pelatihan dan pembekakan petugas haji rencana dilangsungkan pada 14 - 23 Juni mendatang di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

"Persiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) atau biasa disebut petugas nonkloter yang akan bertugas di Arab Saudi sudah memasuki masa persiapan pelatihan dan pembekalan," kata Kasubdit Bina Petugas Haji Khoirizi melalui pesan singkatnya kepada Sinhat.

Petugas haji ini juga merupakan faktor menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan. Apalagi Kementerian Agama sudah menargetkan indeks kepuasaan jemaah haji tahun 2016 naik menjadi 83-84 persen.

Optimis kenaikan indeks kepuasan ini bukan tanpa sebab, peningkatan layanan tahun ini pada sektor akomodasi, katering, transportasi antar kota perhajian, Armina, dan lainnya menjadi faktor penyumbang dalam kenaikan indeks. Apalagi ditambah dengan peningkatan kemampuan petugas haji baik yang menyertai jemaah maupun petugas non kloter.

"Insyaallah direncanakan akan dibuka oleh Menteri Agama, dihadiri Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri, DPR RI. Jumlah peserta lebih kurang 826 orang terdiri dari petugas pelayanan umum dan ibadah,"

Petugas pelayanan umum dan ibadah berasal dari unsur Kementerian Agama, TNI, Polri, instansi terkait, ormas Islam, pondok pesantren, perguruan tinggi Islam. Media Centre Haji (MCH) juga bagian dari petugas pelayanan umum dan ibadah. "Kalau MCH itu berasal dari awak media cetak, online dan elektronik. Fungsinya sebagai agen informasi perhajian langsung dari Tanah Suci dan memberikan pelayanan juga kepada jemaah haji," kata Khoirizi.

Lanjut Khorizi lagi, lebih kurang 306 orang akan ditempatkan sebagai pelayan kesehatan yang memberikan layanan kesehatan pada jemaah haji. Ada dokter dan perawat juga.

"Pengumuman peserta yang lolos dan akan mengikuti pelatihan dan pembekalan petugas haji insyaallah dalam waktu dekat akan diumumkan di www.haji.kemenag.go.id. Mari kuatkan hati, tekad dan mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk memberikan pelayanan terbaik pada jemaah. Saat ini, esok dan selamanya," kata Khoirizi.

Sebagaimana tahun lalu, kuota jamaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 168.800 karena masih mengalami pemotongan sebanyak 20 persen. Dari jumlah itu, kuota haji regular sebanyak 155.200 yang terdiri dari jemaah haji regular sebanyak 154.049 dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sebanyak 1.151 orang. Sedangkan haji khusus sebanyak 13.600 terdiri dari jemaah haji khusus sebanyak 12.831 orang dan petugas PIHK sebanyak 769 orang.

Jemaah haji akan diberangkatkan dalam 2 gelombang. Gelombang I direncanakan akan mulai diberangkatkan pada tanggal 09 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 21 Agustus 2016 menuju Madinah.

Gelombang II pada tanggal 22 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 04 September 2016 tujuan Jeddah.

Persiapan musim haji 2016 hampir selesai. Banyak peningkatan layanan pada musim haji tahun ini dibanding layanan tahun sebelumnya. Diharapkan dengan peningkatan layanan, jemaah tinggal khusu’ beribadah sehingga dapat mencapai mabrur. (mm)


Back to Top