Sahabat Al-Aqsha dan Suriah Ajak Masyarakat Ikut Program Ramadhan Garis Depan

Jakarta, (gomuslim). Ramadhan tahun ini, komunitas Sahabat Al-Aqsha dan Sahabat Suriah mengajak masyarakat untuk bergabung dalam program bernama Ramadhan Garis Depan. Melalui tagline "Mereka Bertahan, Kita Kuatkan, Allah Menangkan". Komunitas ini akan menyalurkan 100% dana amanah dari para donatur kepada saudara-saudara muslim di Palestina dan Suriah. Dana tersebut akan dialokasikan untuk ifthar (makanan berbuka puasa) dan hadiah Hari Raya Idul Fitri ke Palestina dan Suriah.

Dilansir dari website resmi Sahabat Al-Aqsha dan Suriah, seperti tahun-tahun sebelumnya program Ramadhan Garis Depan ini sudah melakukan beberapa kegiatan dari amanah dana tersebut, seperti di Palestina; Rumah Sakit Spesialis Bedah, 82 tangan Kaki Buatan, Akademi Syariah dan Ilmu Alquran, Beasiswa 30 Mahasiswa Kedokteran, serta TK Bintang Alquran Gratis. Sedangkan untuk masyarakat Muslim Suriah, ada beberapa program yang dilakukan, di antaranya adalah Santunan 200 yatim syuhada, Markaz Ukhuwah Indonesia-Suriah, 3 ambulans garis depan, bantuan uang tunai untuk camp Yarmouk, serta bantuan darurat untuk keluarga di Palestina dan Suriah.

Donasi masyarakat untuk program Ramadhan Garis Depan ini bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri: No. Rek 7755 12345 7 an. Sahabat Al Aqsha Yayasan dan BNI Syariah: No. Rek 7755 12345 6 an. Sahabat Al Aqsha Yayasan (Suriah). Konfirmasi via sms : +62 821 12935195.

Program Ramadhan Garis Depan diberi nama sesuai dengan filosofi  apa yang terjadi di garis depan daerah Palestina dan Suriah. Garis Depan Al-Aqsha dan Suriah merupakan garis terpenting untuk membebaskan Masjidil Aqsha yang lepas dari tangan umat Islam sejak Desember 1917 (sudah hampir 100 tahun.). Pada garis depan Palestina, ada keluarga-keluarga muslim yang bertahan di Jalur Gaza, kota Al-Quds, dan Tepi Barat. Jalur Gaza sudah hampir sembilan tahun dikepung dan diembargo. Sejumlah 1,8 juta jiwa anggota keluarga muslim dikurung di dalam penjara terbesar di dunia seluas 365 kilometer per segi (sekitar separuh luas DKI Jakarta).

Pada Kota Al-Quds, penghancuran dan perampasan rumah-rumah keluarga muslim oleh penjajah Zionis terus berlangsung. Hampir setiap hari, rombongan-rombongan pemukim ilegal Yahudi masuk ke Masjidil Aqsha dikawal lusinan serdadu penjajah. Di bawah masjid suci itu penggalian pondasinya terus dilakukan.

Sedangkan pada garis depan Suriah, sudah lebih dari 40 tahun, Muslimin Ahlussunnah wal Jama’ah ditindas dan dipecah-belah oleh rezim Alawiyah-Nusairiyah (Syiah) berkedok Partai Sosialis Arab Baats. Sebagian Muslimin yang tertipu daya dan berkenan diperintah oleh rezim ini, diberi jabatan dan fasilitas. Muslimin yang ketahuan menunjukkan penentangannya, diringkus, diteror, bahkan dibunuh. Sejak 4 tahun yang lalu (Maret 2011), wajah asli rezim yang dipimpin keluarga Al-Assad ini muncul menjawab tuntunan rakyat untuk hidup lebih adil, bebas dari tirani minoritas, dan bebas dari ketakutan.

Sudah lebih dari 200 ribu keluarga muslim warga sipil Suriah yang dibunuh dalam 4 tahun ini (menurut Syrian Network of Human Rights). Sampai 18 Maret 2015, tidak kurang dari 3,9 juta orang mengungsi keluar Suriah, dan 6,5 juta orang kehilangan tempat tinggal di dalam Suriah (data UNHCR; United Nations High Commission for Refugees).

Sejak Ramadhan 1428 (tahun 2007), Sahabat Al-Aqsha didirikan dan langsung bekerja menyambung Silaturrahim keluarga Indonesia dengan keluarga-keluarga muslim  di Palestina dan Suriah. Fokus komunitas ini adalah para keluarga di Palestina dan Suriah. Mereka sama pentingnya dengan keluarga-keluarga kita di Myanmar, Mindanao, Uighur dan Xinjiang, Kashmir, Afghanistan, Somalia, Iraq, Chechnya dan lain-lain. Namun karena keterbatasan kemampuan, mereka fokus menyambung Silaturrahim dengan keluarga-keluarga muslim di garis depan Palestina dan Suriah. Selain itu, mereka juga diminta menyiapkan Sunduq Darurat Palestina-Suriah untuk keluarga-keluarga muslim di kawasan yang terkepung dan sewaktu-waktu menghadapi kejahatan agresi, seperti di Jalur Gaza maupun di berbagai wilayah Suriah seperti Ghouta, Homs, Aleppo, Idlib dan Lazakia.

Sahabat Al-Aqsha dan Suriah adalah komunitas Jaringan Silaturrahim Keluarga Indonesia Palestina. Mereka bisa dihubungi melalui:

 Omah Dakwah: Jalan Jogokariyan 41 Yogyakarta, 55143.

Phone: 0821 12935195

Twitter: @sahabatalaqsha dan @sahabatsuriah,

Instagram: @sahabatalaqsha,

E-mail: korespondensi@sahabatsuriah.com dan korespondensi@sahabatalaqsha.com

Website: www.sahabatalaqsha.com  dan www.sahabatsuriah.com


Back to Top