Rifki Ismail: Ulama Harus Berperan Dalam Mempromosikan Perekonomian Syariah

Jakarta, (gomuslim).Baru-baru ini, akhirnya DPR telah menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (RUU PPKSK) yang diajukan Pemerintah untuk disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR RI Masa Sidang III Tahun 2015-2016 tanggal 17 Maret 2016.

Ruang lingkup RUU ini mencakup tiga hal yaitu, pemantauan dan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan, (2) penanganan krisis sistem keuangan, serta (3) penanganan permasalahan bank sistemik, baik dalam kondisi stabilitas sistem keuangan normal maupun kondisi krisis sistem keuangan.

Setelah RUU PPKSK disahkan, diharapkan regulasi ini dapat menjadi landasan hukum bagi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia agar berfungsi efektif dan efisien, serta mampu bertahan dari gejolak yang bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri. Inti pokok dari UU PPKSK ini adalah memberikan payung hukum kepada para pengambil kebijakan untuk menghadapi krisis.

Pemerintah sejatinya memang sangat berniat baik untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam menyelamatkan perekonomian Indonesia dari jurang krisis melalui perbaikan regulasi-regulasi di bidang perbankan, moneter, hingga fiskal. Termasuk Pemerintah juga mempunyai niat baik terhadap penerapan ekonomi syariah di Indonesia.

Ketika ditemui reporter gomuslim, usai memberikan kuliah umum di Universitas Gunadarma Sabtu lalu, Rifki Ismail mengatakan, “Jika dilihat dari komitmen Presiden Jokowi itu jelas terlihat bahwa sebenarnya yang menghalang-halamgi itu tidak ada. Hanya saja Pemerintah ingin melihat kontribusi nyata Perekonomian Islam di Indonesia. Jadi sebenarnya ekonomi Islam ini lebih kepada, bias ga kita buktikan konsep yang memang sudah kita rancang,” jawab beliau ketika disinggung bahwa Pemerintah terindikasi dihalang-halangi dalam menerapkan perekonomian syariah.

Lebih lanjut, beliau menceritakan bahwa tanpa didukung Pemerintah pun sebetulnya perekonomian syariah di Indonesia dapat berkembang dengan baik. Tidak perlu kita memboikot bank-bank konvensional. Serangkaian pemikiran negative lainnya. Hanya saja saat ini kesadaran masyarakat dalam menerapkannya masih sangat kurang. butuh kesadaran yang mendalam dari masyarakat dalam membantu penerapan perekonomian syariah. Karena itu, semua pihak seharusnya membantu mempromosikan perekonomian syariah ini. Salah satunya ulama.

“Ulama itu memiliki Jemaah yang luar biasa besar. Perkataannya dan apapun yang dikatakan oleh para ulama, para Jemaah senantiasa mengikuti. Jadi ulama ini pengaruhnya sangat luar biasa sekali jika mereka membantu mempromosikan perekonomian syariah.” Ujarnya.

“Melalui Dewan Syariah Nasional (DSN). Karena ulama itu kan komandonya di bawah Majelis Ulama Indonesia. Jadi kalau ulama-ulama yang mempunyai pengaruh besar kemudian diberikan pembekalan oleh DSN itu akan sangat luar biasa pengaruhnya. Karena kan yang tau ekonomi syariah itu DSN,” jawab beliau ketika ditanya pihak gomuslim tentang cara merangkul ulama dalm mempromosikan syariah.


Back to Top