Seperti Inilah Masjid Nabawi Dibersihkan

Madinah, (gomuslim). Masjid Nabawi adalah objek menarik untuk dikunjungi jemaah dari berbagai negara selain Masjidil Haram. Masjid yang terletak di Madinah ini menyimpan sejarah perjuangan Islam dan  juga akhir hayat Nabi Muhammad SAW. Maka wajar jika pada bulan Ramadhan banyak umat Muslim yang ingin  beriktikaf di masjid ini.

Masjid Nabawi juga menyediakan fasilitas berbuka puasa bersama yang diselenggarakan di pelataran Masjid. Namun ada sedikit perbedaan peraturan yang berlaku di Masjidil Haram tetapi tidak berlaku Masjid Nabawi, seperti dibolehkannya membawa roti, susu dan jus ke dalam Masjid Nabawi yang hal itu tidak diperkenankan di Masjidil Haram. Meskipun demikian pelaksanaan buka puasa di Masjid terbesar di Madinah ini masih terus berlanjut sebagaimana ketentuan yang telah di tetapkan sebelum Ramadhan. (Selengkapnya: http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/06/01/527/beginilah-ketentuan-buka-puasa-bersama-di-masjid-nabawi-madinah.html).

Karena banyaknya jemaah yang memadati masjid maka demi kenyaman ibadah mereka, kebersihan masjid harus terus dijaga dan dibersihkan. Atas dasar inilah maka Direktur Departemen Kebersihan Masjid Nabawi Sa’ud bin Abdurrazzaq Al ‘Aufi menjelaskan, “Agar program-program (kebersihan masjid) ini berjalan dengan lancar maka dikerahkan 1320 petugas kebersihan pria yang akan membersihkan masjid ditambah dengan 200 petugas wanita,” ujarnya seperti dikutip dari gph.gov.sa  Rabu, (08/09/2016).

 

 

Al ‘Aufi pun menjelaskan bahwa dalam kebersihan masjid terdapat tiga hal penting  yang menjadi hal yang diutamakan untuk dalam rangka membersihkan tempat ibadah yaitu, membersihkan area masjid dari sampah, membersihkan lantai dan mengepelnya sampai tiga kali selanjutnya pengepelan dengan menggunakan alat modern yang sudah diprogram untuk mengepel sekaligus menyiramkan pewangi. Selain bersih, Masjid Nabawi juga harus harum maka alat modern yang dapat digunakan untuk mengepel yang menebar aroma harum ini telah tersedia sebanyak 30 buah khusus dipakai untuk di dalam Masjid Nabawi.

Jika pengepelan dan pengharuman lantai di teras masjid telah selesai, maka tahap selanjutnya adalah membersihakan atribut atau komponen lainnya yang berada di Masjid Nabawi seperti tiang masjid termasuk juga mengilapkan pernak-pernik tembaga yang ada di atas tiang.

Selanjutnya 2.800 nampan  yang dipakai untuk tempat penyajian takjil, juga dibersihkan dan dirapihkan di rak-rak yang telah tersedia di Masjid Nabawi. Adapun petugas wanita memiliki tugas yang sama dengan petugas pria, hanya saja mereka ditempatkan di pelataran masjid, tugasnya menyapu dan mengepel lantai teras dan lantai pekarangan sebanyak tiga kali kemudian diberi pewangi dengan menggunakan 35 alat modern  yang telah disediakan untuk mempermudah pekerjaan mereka.

Selain lantai dan atribut takjil,  yang tak kalah pentingnya adalah kebersihan toilet masjid. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al ’Aufi bahwa di Masjid Nabawi terdapat 18 titik, 5 titik di antaranya adalah toilet khusus jemaah perempuan adapun jumlah keseluruhannya mencapai 2514 buah. Sedangkan jumlah tempat wudu di pelataran masjid sebanyak 23 titik. tentunya masing-masing titik memiliki beberapa keran air.

Selanjutnya hal penting yang tidak luput dari pantauan petugas kebersihan adalah sajadah yang jumlahnya mencapai 16.000 buah. Setiap hari sajadah ini harus dibersihkan dengan cara disapu dan dicuci menggunakan mesin khusus yang aman untuk kebersihan sajadah dan juga kesuciannya agar dapat digunakan untuk shalat. Namun jika ditemui sejadah yang sangat kotor maka pembersihannya dilakukan secara manual.

kljiglikj

Pada bulan Ramadhan dan musim haji, petugas kebersihan dan keamanan adalah bagian dari dua departemen yang paling disibukkan pada kedua momen itu karena Masjid Haramain kerap dipenuhi oleh jemaah dari berbagai negara di hari yang penuh berkah seperti pada bulan Ramadhan dan Dzulhijjah. (fh)

 

 


Back to Top