Adira Kembangkan Asuransi Haji 'Travellin Syariah'

Jakarta, (gomuslim). Adira selama ini lebih dikenal sebagai lembaga keuangan yang mengeluarkan produk pendanaan khususnya pada pembeliaan kendaraan.  Salah satu produk andalan Adira dalam pembiayaan adalah pembiayaan kendaaran berbasis syariah yang produknya memberikan kontribusi senilai Rp5.4 triliun per akhir tahun 2015.

Dengan merujuk pada nominal tersebut, maka peredaran uang yang dikelola dengan sistem pembiayaan syariah telah mendapat ruang di tengah masyarakat Indonesia. Sehingga hal ini diakui oleh Direktur Utama Adira Finance Willy S. Dharma, "Peningkatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembiayaan berbasis syariah makin diminati masyarakat Indonesia," ujarnya Kamis, (09/06/2016).

Produk syariah andalan Adira saat ini masih berbentuk pembiayaan kendaraan berbasis syariah. Produk ini banyak dipilih masyarakat sebagai alternatif pembiayaan unit kendaraan. Namun ketika permintaan pada jenis produk ini terasa makin meningkat akhirnya Adira terdorong untuk mengembangkan produk baru berupa pembiayaaan paket umrah dan haji plus serta pembiayaan haji reguler yang diberi nama Travellin Syariah.

Sejalan dengan itu, Adira Insurance telah mengeluarkan asuransi syariah untuk haji dan umrah, asuransi ini awalnya berupa asuransi konvensional bernama Travelin yang sudah berjalan selama 3 tahun. Kemudian Travelin dikembangkan menjadi Travelin Syariah sebagai asuransi perjalanan haji dan umrah bagi nasabah Adira.

Travelin Syariah adalah produk asuransi syariah yang dikembangkan oleh PT. Asuransi Adira Dinamika untuk melindungi perjalanan nasabah dalam berpergian. Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna menegaskan bawah dikeluarkannya produk ini adalah sebagai upaya untuk melindungi perjalanan jemaah haji dan umrah, "Untuk bisnis ritel, kita kerja sama dengan dua asosiasi biro perjalanan yang melayani Haji dan Umroh. Jadi mulai tahun ini, kita akan banyak memproteksi perjalanan Umrah. Kita mau pacu bisnis retail dari situ (Travellin Syariah)," kata Indra.

Asuransi Haji dan Umrah dari Adira ini masih tergolong baru mengingat produk ini baru dikeluarkan pada awal tahun 2016, untuk itu Indra menyampaikan bahwa premi tinggi bukanlah target utama karena yang terpenting dari produk yang baru berjalan ini adalah sosialisasi kepada masyarakat mengenai asuransi perjalanan syariah dari Adira dengan demikian polis asuransi dapat bertambah. "Sekarang (asuransi) umroh belum setahun tapi sudah dapat sekitar 12.000 polis. Yang penting buat kami adalah jumlah orangnya dulu. Kalau makin besar akan semakin banyak dipromosikan," ujar Indra.

Selain itu harapan sekaligus target pihak Adira Insurance di akhir tahun ini  adalah meningkatnya angka polis dari produk Travellin Syariah sekitar 60.000 polis. Hal ini dinilai wajar karena bercermin dari perkembangan sistem pembiayaan syariah yang meningkat pada periode akhir 2015. (fh)


Back to Top