Jadi Gaya Hidup, Pasar Makanan Halal Makin ke Indonesia

Jakarta, (gomuslim). Indonesia kini menjadi incaran industri makanan internasional sebagai pasar ‘halal food’ terbesar di dunia. Potensi pasar 'halal food' Indonesia diperkirakan bernilai 190 miliar dolar AS dan naik 10,8 persen tiap tahun sampai tahun 2019. Demikian seperti dilansir Reuters dari Dubai, Kamis malam (09/06/2016).

Dalam tahun yang sama, berdasarkan data Global Islamic Economy Report (2015) untuk pasar negara-negara berpenduduk muslim potensi pasarnya mencapai 3,7 triliun dolar AS.

Produk makanan halal kini menjadi gaya hidup yang makin meluas, tak hanya di Dunia Islam tetapi juga di Eropa dan Amerika. Gaya hidup ‘halal food’ ini, mengalami perkembangan yang luar biasa karena masyarakat percaya ‘halal food’ yang memadukan makanan dengan ajaran agama niscaya lebih aman dan sehat. Apalagi filosofi ‘halal food’ menjadikan faktor aman (safe) dan sehat (healthy) sebagai persyaratan utama makanan halal.

Islam mensyarakan makanan harus halal dan sehat (halalan tayyiba). Itulah sebabnya ‘halal food’ kini menjadi trend global, bukan hanya untuk masyarakat Islam tapi juga masyarakat lainnya. Bahkan di Cina yang masyarakatnya atheis pun, ‘halal food’ mulai populer.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim yang besar memang menjadi bidikan pasar makanan halal. Potensi perdagangan dalam bidang makanan dan minuman halal makin meningkat dari tahun ke tahun. Kesempatan ini menjadi sebuah potensi yang sangat produktif khususnya bagi produk produk yang menjadi konsumsi publik sehari-hari.

 

Sementara itu, Australia sebagai tetangga dekat Indonesia sudah lama menjadi eksportir daging dan susu serta produk makanan lainnya ke tanah air. Hal itu diakui CEO Australian Trade Commission, Bruce Gosper saat membuka Panel Diskusi Indonesia Australia Business Week di Hotel Ritz Carlton, belum lama ini.

Panel diskusi yang membahas bisnis makanan dan minuman ini dihadiri oleh Direktur LPPOM MUI, Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si. Kepala BPOM, Dr. Roy Sparinga, Ketua GAPMMI, Ir. Adhi Lukman dan Flora Chrisantie dari Aprindo.

Direktur LPPOM MUI, Dr. Lukmanul Hakim mengapresiasi perhatian pengusaha Australia terhadap Indonesia. Namun, ia mengingatkan,  sebagai negara yang mayoritas Muslim, produk halal sangat menjadi pilihan bagi konsumen di Indonesia.

“Indonesia dengan populasi Muslim yang mencapai 200 juta jiwa menjadi pasar halal yang sangat besar. Banyak negara menjadikan Indonesia sebagai pasar dengan melakukan import maupun investasi industri di bidang produk pangan. Di sinilah halal menjadi salah satu syarat oleh konsumen Indonesia sebelum mereka mengkonsumsinya. Halal tidak hanya sebagai aturan dalam ajaran agama Islam namun juga telah menjadi ukuran produk yang berkualitas,” ujar Direktur LPPOM MUI ini.

LPPOM MUI telah melakukan kerjasama dan networking dengan beberapa lembaga sertifikasi halal Australia dan menerapkan standar LPPOM MUI dalam melakukan sertifikasi halal yang tergabung dalam World Halal Food Council. Potensi pasar halal ini diharapkan juga ditangkap sebagai peluang usaha umat Islam di tanah air agar tidak saja konsumtif tetapi juga produktif. Putaran inilah yang akan menguatkan daya beli menuju kesejahteraan umat. (mm)


Back to Top