Awal Ramadhan

Peningkatan Jumlah Penumpang dari dan ke Masjidil Haram Capai 3 Juta Orang

Mekkah, (gomuslim). Departemen Haji dan Umrah Kota Mekkah menjelaskan bahwa jumlah penumpang kendaraan dari dan menuju  Masjidil Haram di hari pertama dan kedua bulan ramadhan mencapai 3 juta orang lebih.  Penghitungan ini berdasarkaan acuan  dari operasi unit kedaraan dari dan menuju  Masjidil Haram, dalam dua hari di awal bulan Ramadhan tercatat sebanyak 121 ribu  kendaraan dari dan menuju Masjidil Haram.

Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 8% untuk kendaraan dan 13% untuk peningkatan jumlah pengunjung. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Departemen Penerangan Kota Mekkah, bahwa jika dibandingkan dengan jemaah  umrah Ramadhan tahun lalu maka tahun ini jelas terjadi peningkatan jumlah jemaah di mana pada tahun lalu tercatat 111 ribu kendaraan dan 2 juta lebih penumpang yang merupakan jemaah umrah dan pengunjung biasa.

Komite Haji Pusat Arab Saudi yang dipimpin Amir Khalid Faishal menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan kendaraan  umum dengan daya angkut yang lebih banyak seperti bus, taksi, dan gerobak listrik. Untuk kepentingan jemaah umrah atau yang hanya sekadar pengunjung Masjidil Haram. 

Adapaun jumlah kendaraan yang beroperasi dari dan menuju Masjidil  Haram sebagaimana yang dikutip dari al-madinah (10/06/2016) adalah:

  1. Dari kilang Ajyad sebanyak lebih dari 1 juta penumpang dengan 51 ribu kendaraan;
  2. Pengangkutan dari pekarangan Bab Ali sebanyak 264 ribu jemaah umrah yang diangkut dengan 34 kendaraan;
  3. Terminal Baab Malik Abdul Aziz mengangkut penumpang 158 ribu dengan operasional kendaraan sebanyak 26 ribu unit;
  4. Dari Terminal Jarwal diangkut 427 ribu penumpang yang merupakan jemaah umrah dengan total kendaraan yang dioperaikan sebanyak 10 ribu unit;
  5. Pengangkutan dari Jabal Kakbah sebanyak 3 ribu penumpang;
  6. Terminal Ajyad sebanyak 177 ribu lebih penumpang yang diangkut;
  7. Terminal Sya’ab Amir 920 penumpang;
  8. Stasiun Rai’ Bakhs 131 ribu penumpang.

Peningkatan pengunjung pada bulan Ramadhan tahun ini tergolong sangat signifikan dari tahun lalu, hal ini didorong karena ingin merasakan buka puasa sekaligus shalat tarawih berjamaah di dekat Kakbah. Pada sisi lain Arab Saudi memiliki Visi 2030 yang mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu devisa negara, maka hal-hal terkait perlengkapan dan kebutuhan haji dan umrah menjadi perhatian utama. Sampai saat ini pihak pemerintah Arab Saudi terus membenahi sarana dan fasilitas untuk para jemaah, agar angka jemaah umrah terus meningkat.

Pada tahun 2020 nanti Arab Saudi sudah melepaskan ketergantungan pada minyak sebagai sumber pendapatan negara. Sebagai pengganti sumber penghasilaan atau sebagai penambah devisa negara maka diambil dari sektor perhotelan, dengan demikian tentunya yang menjadi harapan utama adalah menaikkan jumlah jemaah umrah yang saat ini hanya sekitar 8 juta jemaah dalam setahun dapat bertambah  menjadi 30 juta jemaah dalam tiap tahunnya. Oleh karena itulah semua elemen Negara Arab Saudi gencar mempromosikan visi ini yang salah satunya adalah wisata ibadah, maka hampir semua departemen digerakkan untuk membantu hal-hal yang terkait dengan kegiatan haji dan umrah. (fh)


Back to Top