Baznas Terinspirasi Kholifah Umar bin Abdul ‘Aziz Dalam Mengelola Zakat

Jakarta, (gomuslim). Di masa lalu, sejarah pernah mencatat bahwa pada zaman kekhalifahan Islam, tepatnya ketika khalifah ‘Umar bin Abdul Aziz berkuasa, negara melalui para amil-amilnya pada saat itu tidak menemukan satu pun para Mustahiq yang berhak menerima zakat. Hal itu mengindikasikan bahwa tidak ada orang miskin kala itu.

Hal itu adalah buah kerja keras dari kholifah ‘Umar untuk menciptakan negara yang makmur, adil, dan sejahtera. Ketika itu, dalam konsep distribusi zakat, penetapan delapan objek penerima zakat atau Mustahiq, sesungguhnya mempunyai arti bahwa zakat adalah sebentuk subsidi langsung. Zakat harus mempunyai dampak pemberdayaan kepada masyarakat yang berdaya beli rendah. Sehingga dengan meningkatnya daya beli mereka, secara langsung zakat ikut merangsang tumbuhnya demand atau permintaan dari masyarakat, yang selanjutnya mendorong meningkatnya suplai. Dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, maka produksi juga akan ikut meningkat. Jadi, pola distribusi zakat bukan hanya berdampak pada hilangnya kemiskinan absolut, tapi juga dapat menjadi faktor stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat makro.

Hal itulah yang juga ingin dilakukan oleh baznas melalui program-program yang ada sekarang ini. Termasuk program-program selama Ramadhan tahun ini. Yaitu, Baznas Peduli Mirgan, Pasukan Umar bin Khattab, Pesantren Enterpreneur, ReUsed Market, Gerakan Devisa Mudik, Teras Sehat, Hidangan Berkah Ramadhan, Paket Ramadhan Bahagia, dan Konter Pembayaran Zakat. Kesemua program itu dibuat guna memenuhi target Baznas yakni sebesar 2 triliun selama bulan Ramadhan dari target penerimaan zakat tahun ini sebesar Rp 5 triliun, jauh melebih lembaga zakat lainnya, seperti Rumah Zakat yang hanya menargetkan sebesar 2 miliar selama bulan Ramadhan. Program ini pun diharapkan akan menemui titik terang mengingat penerimaan zakat bulan Ramadhan biasanya mengalami peningkatan sebesar 40-60 persen dari penerimaan zakat di bulan biasa.

Selain dibuat khusus untuk bulan Ramadhan, program ini dibuat juga atas respon positif Baznas dalam mengentaskan kemiskinan ketika ekonomi Indonesia sedang melemah seperti sekarang ini. Dengan begitu, masyarakat lebih terbuka lagi pengetahuan dan kesadarannya akan zakat yang sesungguhnya merupakan salah satu instrumen keuangan yang memegang peran penting dalam sosial dan ekonomi, karena dapat mensejahterakan rakyat. Dan juga, kontribusi zakat untuk membantu pemerintah dalam menekan angka kemiskinan bisa tercapai.


Back to Top