Beginilah Kegiatan Umat Muslim di Masjid Nabawi Sebelum Berbuka Puasa

Madinah, (gomuslim). Jika di Masjidil Haram suasana jelang berbuka puasa ramai dengan kegiatan jemaah seperti ada yang tawaf ada pula yang membaca Alquran, shalat sunnah, berzikir dan  lain sebagainya bahkan ada jemaah yang hanya sekadar berkumpul dan duduk-duduk di pelataran masjid sehingga hal ini mengundang reaksi pelarangan dari pengurus Masjidil Haram yang bertanggung jawab dalam merawat pelataran masjid.  Namun bagi jemaah yang berada di Masjid Nabawi, menjelang buka puasa diisi dengan kegiatan membaca Alquran yang di Indonesia dikenal dengan tadarrus Alquran.

gligi

Berdasarkan data yang dihimpun gomuslim, terdapat ratusan ribu jemaah yang telah memenuhi Masjid Nabawi di bulan Ramadhan ini. Ukhuwah Islamiyah di antara jemaah masjid terlihat manakala mereka yang jumlahnya ratusan ribu tersebut dapat duduk berdampingan meskipun dari negara dan bangsa yang berbeda.

Demi kelancaran ibadah jemaah, maka Dewan Pengurus Masjid Nabawi telah menyiapkan kader-kader dari penduduk Madinah baik laki-laki maupun perempuan guna menangani kepadatan jemaah yang berada di Masjid Nabawi untuk berbuka puasa, shalat ataupun sekedar singgah saja. Kader-kader inilah yang menyuguhkan kurma, kopi, susu, keju, dan roti di pekarangan mesjid. Tidak kurang dari  100 ribu orang setiap harinya yang berbuka puasa di masjid ini.

Meskipun banyak jemaah yang melakukan rutinitas ibadah di dalam Masjid bahkan di halamannya, namun terkait menu buka puasa jemaah tidak perlu repot memikirkannya karena hal itu telah ditangani langsung oleh para kader maupun petugas yang ditunjuk oleh Dewan Pengurus Masjid Nabawi. Inilah fasilitas yang kerap diberikan oleh Dewan Pengurus Masjid Nabawi tiap tahunnya.

Kemudian terkait dengan sarana kegiatan ibadah jemaah di dalam masjid, pengurus Masjid Nabawi  telah menyediakan Mushaf di setiap tiang masjid sama halnya seperti di Masjid Nabawi. Masjid Nabawi memang tidak seramai Masjidil Haram namun upaya penerjemahan Alquran ke berbagai bahasa juga dilakukan di masjid yang terletak di Madinah ini.

iutiti

Berbeda dengan yang terjadi di Masjidil Haram di mana di sana telah tersedia terjemahan Alquran ke dalam 75 bahasa, sedangkan penerjemahan Alquran di yang disebar di Masjid Nabawi sebagaimana yang dikutip dari alarabiya.net  hanya diterjemahkan ke dalam 12 bahasa seperti bahasa Urdu,  Prancis, Indonesia, Turki, Mandarin, Somalia, Thai, Jepang, Spanyol, Bosnia, Jerman dan Hausa.

Dengan adanya fasilitas seperti ini jemaah pun dipermudahkan untuk dapat memahami arti ayat Alquran dengan hikmat. Hal ini terlihat dari suasana di Masjid Nabawi  yang hidup dengan rutinitas ibadah tartil Alquran seolah mereka berlomba untuk mendapatkan kebaikan di bulan suci ramadhan ini. Selain itu ada pihak tertentu yang bersedia mengajarkan tahsin Alquran (membaca Alquran dengan baik, red) di dalam masjid.

Setengah jam menjelang dikumandangkannya azan Maghrib, para petugas yang berwenang telah menyiapkan konsumsi untuk berbuka puasa, mereka bertugas secara  profesional sesuai arahan yang telah diberikan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan semua dilakukan dengan niat ikhlas membantu umat Islam yang sedang berpuasa. (Selengkapnya dapat dibaca: http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/06/01/527/beginilah-ketentuan-buka-puasa-bersama-di-masjid-nabawi-madinah.html). (fh/an)


Back to Top