Konsumen Semakin Cerdas, Produk Halal Semakin Diburu

Jakarta,(gomuslim). Beberapa tahun belakangan ini, masyarakat di berbagai Negara, khususnya di Indonesia, demam produk halal datang melanda bumi pertiwi. Betapa tidak, mulai dari restoran cepat saji, makanan ringan, makanan kaleng, hingga produk-produk kosmetik pun semuanya berlomba-lomba untuk membuat produk bersertifikat halal dari MUI.

Tentu saja banyaknya permintaan adalah salah satu alasan sebuah perusahaan mengeluarkan sebuah produk. Tak terkecuali dengan produk halal. Kemudian, mengapa permintaan terhadap produk-produk halal akhirnya meningkat? Apa karena umat Islam di Indonesia semakin banyak? Nyata-nyatanya, persentase umat Islam di idnonesia setiap tahunnya terus-menerus mengalami penurunan.

Naiknya permintaan terhadap produk halal disebabkan dengan fenomena kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh oknum perusahaan-perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar sekalipun di dalam sebuah bidang usaha. Kecurangan-kecurangan ini bisa saja berbentuk, bahan-bahan baku yang berkualitas rendah, tidak higienis, memakai bahan-bahan kimia berbahaya, hingga menggunakan bahan-bahan yang tidak dianjurkan dalam agama, seperti daging babi dan sebagainya, jika dalam konteks makanan. Adapun dalam konteks yang lain, kosmetik misalnya, produk halal kini semakin diminati konsumen yang setiap harinya sudah lebih cerdas terhadap sebuah produk yang ingin mereka gunakan, terlebih untuk produk kosmetik yang sangat sensitif dan fatal bila sampai salah pilih.

Kosmetik Wardah misalnya, terus mengalami peningkatan penjualan yang cukup baik sejak tren produk halal mulai melanda negeri ini. Puncaknya ketika mereka mendapatkan Top Brand Award 2014 untuk dua kategori produk. Dan dalam berbagai rekomendasi yang ada untuk kosmetik yang aman pun, kosmetik Wardah selalu menempati urutan teratas.

Dalam bidang makanan, memang belum ada yang menjadi pelopor dengan mengambil peran penting di sana, namun bila dipaksakan Kebab Baba Rafi bisa menjadi contoh produk halal dalam bidang kuliner yang penjualannya cukup fenomenal hingga ketingkat mancanegara. Dan juga bidang-bidang lainnya yang mengambil keuntungan besar dengan produk-produk halal mereka.

Hal ini menandakan bahwa produk-produk halal sangat diminati oleh seluruh masyrakat, tak terbatas oleh kalangan Muslim saja. Produk halal dianggap aman karena telah melewati uji lab Majelis Ulama Indonesia. Padahal, sebuah produk, produk makanan misalnya, haruslah melewati pemeriksaan di BPOM RI terlebih dahulu. Namun, hal itu saja tidak cukup. Masyarakat akan lebih yakin ketika melewati pemeriksaan dari MUI. Alhasil, dapatlah kita simpulkan bahwa produk halal menjadi tren karena kebutuhan masyarakat terhadap produk itu sangat tinggi yang disebabkan oleh menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pengawasan yang ada sehingga badan atau lembaga-lembaga di bawah naungan Agama pun menjadi alternatif yang tepat dan dianggap netral dan steril.


Back to Top