Ada Imam Baru Dalam Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Mekkah, (gomuslim). Masjidil Haram adalah masjid terbesar di dunia dan juga merupakan destinasi yang tak pernah sepi dari kunjungan umat Muslim seluruh dunia. Tidak sembarangan orang dapat mengimami shalat di masjid ini, khususnya pada bulan Ramadhan seorang imam shalat Tarawih harus melewati tahap seleksi dan disepakati ditentukan oleh Raja Salman dan Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Seperti yang dilansir dari almowaten, Pada Ahad, (12/06/2016) ditunjuk dua orang imam baru yang sama sekali belum pernah mengimami tarawih di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Pada Ahad tepatnya di hari ke-7 puasa Ramadhan, shalat Tarawih di Masjidil Haram diimami oleh Syeikh Shalah bin Salim Bautsman, sedangkan di Masjid Nabawi Syeikh Muhammad Khalil.

gohyg

Syeikh Shalah bin Salim Bautsman atau kerap disapa Syeikh Bautsman adalah seorang dosen untuk mata pelajaran Dirasah Islamiyah (studi Islam) di Universitas King Abdul Aziz, beliau memperoleh gelar Doctor bidang Tafsir Alquran di Universitas Ummul Qura’ Mekkah. Syeikh Bautsman pun banyak aktif di berbagai organisasi atau kegiatan, di antaranya beliau sebagai pembimbing Kantor Kerjasama Sosial di Jeddah.

Sedangkan Syeikh Muhammad Khalil adalah seorang imam di Masjid Quba’ Madinah. Mengimami shalat Tarawih di Masjid Nabawi, baginya hal ini merupakan pekerjaan pertama yang ia lakukan. Meskipun demikian syeikh yang memiliki ciri khas suara yang lembut dan menyentuh kalbu ini, telah banyak melakukan rekaman tartil Alquran suaranya pun banyak direkam oleh umat Muslim dan disebar ke berbagai negara.

Dapat menjadi imam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah suatu prestasi tersendiri bagi para tokoh agama di Tanah Suci. Tidak hanya memiliki suara yang nyaring dan enak didengar, seorang imam di Haramain harus memiliki wawasan luas tentang Islam. Mekanisme penetapan imam ini tidak bisa dilepaskan dari peran Raja Salman selaku Pemimpin Negara Arab Saudi, karena itu setiap sosok yang mengimami Masjid Haramain tentunya telah mendapat persetujuan dari penguasa Arab Saudi ini.

Sama halnya sebelum datangnya bulan Suci Ramadhan tahun ini, tepatnya pada Kamis (02/06/2016), Raja Salman telah menyetujui dua orang Syeikh untuk menjadi imam di Masjid Haramain yang sebenarnya mereka berdua adalah imam yang sama di tahun lalu. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa saat itu Syeikh Dr. Yasir bin Rasyid Ad Dausary dipilih lagi untuk menjadi imam di Masjidil Haram demikian pula halnya Syeikh  Dr. Khalid bin Sulaiman Al Mahna yang dipilih untuk menjadi imam Masjid Nabawi, dari keduanya tidak ada orang baru yang dipilih karena mereka berdua juga imam tarawih pada tahun lalu di masjid yang sama.

Namun memasuki minggu kedua pada Ramadhan ini, Raja Salman menyetujui dua orang baru yang ditetapkan sebagai imam untuk Ramadhan tahun ini. (fh) 


Back to Top