Rendang yang Menendang Amerika Ketika Bedug Magrib Berkumandang

Jakarta, (gomuslim). “Selalu ada cerita ketika jauh dari rumah”. Itulah slogan bagi sebagian komunitas rantau yang pergi berkelana meninggalkan kampong halaman demi terwujudnya cita-cita terang di masa yang akan datang. Tak terkecuali dengan komunitas Muslim Indonesia yang menetap ataupun para pelajar yang sedang menimba ilmu di sana. Mereka selalu merindukan kampung halaman mereka. Mereka senantiasa merindukan masakan-masakan Indonesia. Suasana ala Indonesia. Dan segalanya yang serba Indonesia.

Hal paling mendasar itulah, selain alasan-alasan lainnya yang tak kalah penting, yang mendasari terselenggaranya iftar yang digagas oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC, Amerika Serikat, akhir pekan lalu waktu setempat. “ini adalah rumah Indonesia, Rumah kita semua dan bulan suci Ramadan ini kesempatan yang baik bagi berbagai kelompok masyarakat di Washington DC, Maryland, Virginia hadir di sini untuk memperkuat persaudaraan kita di rantau inI”, ujar Dubes Indonesia untuk AS ketika diwawancarai oleh media setempat.

Iftar atau buka puasa bersama di bulan Ramadan memang telah menjadi bagian dari tradisi, namun bagi komunitas Indonesia di Washington DC, kesempatan berbuka puasa di Wisma Indonesia mempunyai makna tersendiri. Terlebih bagi para perantau yang memang sudah tak tahan lagi untuk mencicipi hidangan ala Indonesia. Karena, tak seperti di Australia yang mulai banyak bermunculan rentoran asli Indonesia, Amerika Serikat cenderung lebih sedikit dan sulit berkembang restoran khas Indonesia. Alasan utamanya adalah bukan karena orang Indonesia tidak mampu membuka restoran di sana atau bukan karena restoran Indonesia tidak disukai oleh warga lokal, melainkan karena bahan baku yang didatangkan dari Indonesia terlalu sulit mengingat jarak Indonesia dan Amerika tak seperti jarak antara Indonesia dan Australia sehingga restoran Indonesia yang berada di Australia lebih mudah mendapatkan rempah-rempah asli Indonesia dibanding restoran asli Indonesia yang berada di Amerika.

Maka dari itu, kesempatan iftar adalah kesempatan terbaik untuk bernostalgia dengan cita rasa Indonesia. Dan menu yang paling banyak diburu adalah rendang mengingat rendang sangat erat kaitannya dengan bumbu rempah-rempah khas Indonesia yang sangat sulit proses pembuatannya sampai-sampai orang padang asli pun belum tentu dapat membuatnya dengan cita rasa yang sekuat nenek moyang yang telah menemukan resep rendang tersebut. “Rendang itu paling top. Rendang itu kan kalo bikin susah. Jadi mesti bawa bumbu dulu dari Indonesia dan tetap saja susah. Biasanya di Wisma Indonesia ini masakan rendangnya paling enak”, begitu kata salah satu pengunjung iftar asal Indonesia.

Selain karena ingin bernostalgia dengan masakan-masakan khas Indonesia, ada juga pengunjung (biasanya para pelajar) yang datang ke wisma Indonesia karena ingin bertemu dengan rekan-rekan lamanya yang sama-sama belajar di Amerika namun berbeda kota atau sekolah/universitas.

Setelah puas menikmati hidangan yang telah tersedia, penyelenggara juga tak lupa untuk mengadakan shalat tarawih bersama untuk melengkapi kebersamaan mereka di hari itu.


Back to Top