Reksadana Syariah: Alternatif Investasi Syariah Anda

Jakarta, (gomuslim). Di dunia ini, ada banyak sekali cara untuk menginvestasikan uang, baik investasi property, saham, obligasi, investasi emas, dan reksadana. Berdasarkan pantauan, saat ini reksadana cenderung belum sepopuler saham ataupun obligasi. Padahal, reksadana sangatlah tepat untuk dijadikan alternative untuk menginvestasikan uang anda.

Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal. Menghimpun dana dari masyarakat bukan perkara main-main. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara ketat sudah mengatur jenis perusahaan seperti apa saja yang dapat melakukan kegiatan penghimpunan dana, antara lain seperti bank, asuransi, dana pensiun, pegadaian, multifinance, dan pasar modal.

Reksadana merupakan produk dari perusahaan yang masuk dalam kategori pasar modal yang diawasi oleh OJK sehingga bisa melakukan kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat. Banyaknya berita investasi bodong yang marak belakangan ini, kebanyakan berasal dari penghimpunan dana ilegal yang dilakukan oleh perusahaan dan oknum yang tidak terdaftar dalam OJK. Jadi, anda tidak perlu khawatir jika anda ingin beralih ke produk investasi reksadana. Karena investasi anda diawasi oleh OJK. Tentu saja anda harus mencari perusahaan yang sudah terdaftar oleh OJK.

Lalu, bagaimana dengan reksadana syariah? Pada prinsipnya reksadana syariah sama dengan reksadana konvensional hanya saja dalam pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah dipasar modal. Sesungguhnya berinvestasi merupakan bagian dari Islamic wealth management yang diklasifikasikan pada Wealth Accumulation (akumulasi kekayaan) tentunya dengan berlandaskan kepada Alquran dan Hadist dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan dan bermanfaat bagi sesama.

Akan tetapi, tidak semua perusahaan cocok dengan reksadana syariah. Pastilah investasi reksadana syariah harus berprinsip pada syariah dan pelakunya pun juga harus berkomitmen dengan syariah. Kebijakan investasi reksadana syariah yakni hanya berinvestasi pada perusahaan dengan kategori halal, dan memenuhi rasio keuangan tertentu. Halal yang dimaksud adalah tidak perusahaan tersebut tidak memproduksi atau menjual sesuatu yang haram menurut Islam, seperti menjual daging babi, minuman keras, bisnis hiburan maksiat, judi, pornografi, dsb, tidak merugikan orang banyak, tidak merugikan orang dan bersifat mudarat (rokok), tidak boleh investasi pada portfolio yang yang bersifat riba (Adanya bunga), bukan judi (maysir), perdagangan yang tidak disertai penyerahan barang, perdagangan dengan penawaran dan permintaan palsu (bay al najsy), jual beli mengandung ketidakpastian (gharar) dan spekulatif, serta transaksi suap (risywah).

Reksadana syariah, selain dalam beberapa tahun belakangan mengalami peningkatan yang signifikan dalam segi keuntungan, misalnya seperti pada tahun 2015 lalu Cipta Syariah Equity, produk reksa dana saham syariah yang dikelola oleh PT Ciptadana Asset Management dalam lima tahun terakhir mampu membukukan keuntungan sebesar 51,27 persen, masyarakat kelas bawah pun dapat menikmati model investasi seperti ini. Karena, reksadana syariah sebetulnya tidak didesain khusus untuk para pemodal besar dan pada hakikatnya reksa dana adalah dana yang dihimpun dari orang-orang yang menginginkan investasi maka menghasilkan dana kelolaan yang besar. Justru kinerja reksa dana lebih optimal dibanding jika investor harus berinvestasi sendiri karena prinsip kebersamaan dalam investasi tersebut. (alp)


Back to Top