Indonesia Fashion Chamber

Ramadhan in Style Bersahutan dengan Ragam Style Fashion Muslimah Dunia

Jakarta, (gomuslim). Gaung perkembangan fashion muslim belakangan ini memang kian terdengar. Fashion muslim terus melakukan transformasi dari gaya konservatif menjadi lebih kontemporer. Beragam faktor yang membuat fashion muslim terus berkembang. Dari munculnya banyak komunitas seperti Hijabers Community, Hijabers Mom, sampai diselenggarakannya beragamfestival dan bazar, serta peragaan busana muslim-muslimah. Terlebih, semarak itu bersahutan antara masyarakat, pengusaha baik dari pihak swasta maupun dari pihak pemerintah melalui kementrian terkait.

Jika dulu wanita berhijab lebih banyak wanita dewasa, saat ini hijab semakin dikenal dan digemari oleh wanita-wanita muda, bahkan remaja-remaja putri. Kini berhijab pun bisa tetap terlihat modis. Apalagi, mereka dapat berkreasi membentuk variasi hijab yang mereka inginkan. Semua ini tak lain tak bukan adalah karena sinergitas yang sedang dibangun dalam mewujudkan cita-cita bersama, Indonesia Menuju Kiblat Fashion Dunia 2020.

Menurut Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saidah, terdapat 20 juta penduduk Indonesia yang menggunakan hijab. Hal ini selaras dengan perkembangan industri fashion muslim tujuh persen setiap tahun. Tak heran kalau Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bermimpi dapat mengembangkan fashion muslim Indonesia tak hanya di dalam negeri, bahkan sampai ke tingkat dunia. Dan tak mengherankan juga bila para perancang busana fashion modern, baik di Indonesia maupun di luar negeri,  kini mulai merambah dunia fashion muslimah.

Di bulan Ramadhan 1437 H ini, bertempat di Gandaria City Jakarta Selatan akan dihelat 'Ramadhan in Style', yakni Fashion & Accessories Exhibition, Fashion Show Talkshow, serta Religious Music, yang akan dilaksanakan mulai tanggal 22 Juni hingga 17 July 2016 yang akan datang.

Indonesia Fashion Chamber sendiri adalah ajang untuk memasarkan keragaman gaya busana muslim karya desainer dan label Indonesia. Mulai dari gaya konvensional hingga gaya urban untuk memenuhi permintaan konsumen di pasar lokal maupun pasar internasional. Melalui tema ini, diharapkan Indonesia Fashion Chamber dapat menggaungkan keragaman style busana muslim Indonesia agar tersebar luas luas hingga ke tingkat internasional dengan aktivitas branding yang salah satunya dengan memaanfaatkan sosial media.

Acara yang juga didukung oleh Gandaria City dan Ditali Cipta Kreatif sebagai organizer serta gomuslim sebagai media partner ini, nantinya akan digelar di Main Street, Main Atrium, dan Parkir Eat & Eat, Gandaria City, Jakarta Selatan, dengan menampilkan lebih dari 60 label fashion muslim dan perlengkapannya yang memperkuat konsep ritel atau B2C (Business to Customer). Sebagai salah satu pameran fashion muslim terbesar di Indonesia, tentu saja Indonesia Fashion Chamber nantinya akan dimeriahkan oleh mahakarya dari para desainer papan atas Indonesia, seperti Deden Siswanto, Lenny Agustin, Irna Mutiara, Sofie, Nuniek Mawardi, Khanaaan Shamlan, Stephanus Hamy, Anggiasari, Kami Idea dan masih banyak lagi.

Namun, rupanya, gaung perkembangan fashion muslim tidak hanya terjadi di indoesia, akan tetapi juga terjadi di beberapa negara di dunia. Dari masing-masing negarapun para perancang busana menampilkan corak yang berbeda-beda, sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Malaysia misalnya, negara tetangga yang juga sedang dilanda demam fashion muslimah ini juga memiliki karakter fashion tersendiri. Jika wanita muslimah Indonesia lebih senang bereksplorasi dengan berbagai kreasi hijab, mayoritas muslimah Malaysia justru lebih senang memakai selendang atau pashmina yang berwarna-warni yang dikenakan secara sederhana.

Lain halnya dengan Uzbekistan, Kazakstan dan negara islam yang berada di zona Asia tengah lainnya. Mereka rupanya masih menggandrungi kerudung segiempat. Biasanya mereka hanya menggunakan kerudung segiempat yang dibentuk menjadi segitiga kemudian disematkan dibawah dagu, seperti gaya hijab konvensional yang ditemui di Indonesia. Begitupun juga dengan pakistan yang masih mempertahankan corak budaya disana dengan warna-warna yang mencolok. Adapun negara-negara Timur Tengah justru sebaliknya, lebih cenderung memakain warna gelap yang dipadukan dengan pashmina atau selendang yang dililit dengan polesan make mata yang khas dan tajam.

Kemudian masih ada lagi fashion-fashion hijab menarik dari ljazair, Perancis, Belgia, Yaman, Oman, Kuwait, dan masih banyak negara-negara lainnya yang mempunyai style hijab tersendiri yang luar biasa menarik. Tetapi, perlu diketahui, dari semua negara yang sedang mengalami demam fashion hijab muslimah modern, hanya indonesia-lah yang  banyak berkreasi dengan pashmina dan kerudung sediempat hingga menjadi sebuah tampilan cantik, simple dan syari bagi pemakainya. Jadi, sangat rasional sekali jika nantinya Indonesia benar-benar bisa menjadi kiblat fashion muslimah 2020.


Back to Top