HIJUP Wakili Indonesia dalam ‘Google Developers Launchpad Accelerator Program' di California Amerika Serikat

Jakarta, (gomuslim). Ada kabar baik di Bulan suci Ramdhan yang masuk di minggu kedua ini. Kabar tersebut datang dari sebuah platform e-commerce milik seorang muslimah kelahiran Bekasi 17 Januari 1986, Diajeng Lestari. E-commerce yang bernama HIJUP milik Diajeng ini menjadi satu-satunya perwakilan muslim fashion e-commerce asal Indonesia yang terpilih untuk bergabung pada gelombang kedua program Google Developers Launchpad Accelerator di California, Amerika Serikat.

CEO HIJUP Diajeng Lestari, Chief Community Officer Hanna Faridl, dan Chief Technology Officer Pahlevi Auliya mengikuti program boot camp intensif yang berlangsung pada 13 sampai 24 Juni  2016 yang berlangsung di Mountain View, California.

“Merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan emas bagi HIJUP untuk dapat berpartisipasi dalam program Google ini. Kami terus berupaya keras untuk dapat memajukan fashion muslim Indonesia ke tingkat internasional, “jelas Diajeng, seperti dilansir dari press release yang gomuslim terima via public relation HIJUP.

Adapun, Google Developers Launchpad Accelerator Program merupakan rangkaian program untuk perusahaan startup terbaik dari Brazil, India, dan Meksiko bersama Talenta, Jarvis Store, Ruangguru, IDNtimes, dan Codapay. Melalui program ini, HIJUP memiliki akses langsung kepada para mentor, insinyur, dan SDM Google lainnya selama dan setelah program berlangsung. Para mentor senantiasa memberikan penjelasan mendalam mengenai produk produk Google yang tepat dalam usaha pemasaran yang diminati.

Tak hanya itu, di minggu terakhir, HIJUP akan dipertemukan dengan perusahaan-perusahaan e-commerce besar yang berada di Silicon Valley untuk belajar lebih dekat mengenai kesuksesan mereka di bidang ecommerce ataupun fashion industri.

Chief Community Officer HIJUP  Hanna Faridl  menyambut gembira program ini. Katanya, setelah mengikuti boot camp selama dua minggu ini, HIJUP akan tetap melanjutkan proses mentoring jarak jauh selama enam bulan ke depan dari negara asal para peserta masingmasing. Hal ini sangat membantu HIJUP untuk dapat terus melakukan inovasi-inovasi yang tepat ke depannya.

Selain itu,  harapan besar Diajeng untuk membawa HIJUP selangkah lebih maju di kancah internasional semakin terbuka lebar dari keikutsertaannya bersama tim HIJUP dalam program ini.

 “Semoga, setelah kami mengikuti program ini, HIJUP bisa melahirkan inovasi-inovasi yang tepat untuk terus mendukung dan memberdayakan seluruh perempuan muslim, khususnya di Indonesia. Dan bagaimana ilmu-ilmu yang kami dapat disini dapat kami implementasikan untuk terus berupaya bersama pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia,” harap Diajeng.

HIJUP sendiri  didirikan oleh Diajeng Lestari pada tahun 2011 di Jakarta. Dengan konsep online mall, ecommerce ini menyediakan berbagai macam produk terbaik karya desainer fashion muslimah Indonesia seperti kerudung, atasan (top), rok (skirt), celana (pants), luaran (outer), dress, abaya hingga aksesoris dan alat shalat. Sejak awal berdiri, HIJUP berperan sebagai perantara antara para desainer dengan calon pembeli di seluruh dunia. Melalui HIJUP, para desainer dapat meningkatkan keuntungan dengan lebih efisien, sementara calon pembeli lebih mudah mencari produk yang mereka inginkan. HIJUP secara konsisten berkontribusi dalam mengembangkan pasar lokal muslim.

Berkembangnya pasar ini bertepatan dengan pesatnya pengaruh tren berhijab di dunia. Saat ini lebih dari 200 tenant lokal telah bergabung di HIJUP. Brand busana muslim yang tergabung dalam HIJUP adalah brand yang sudah melalui proses kurasi dan memenuhi kriteria 3K yaitu kreatif, kualitas, dan karakter. Saat ini HIJUP memiliki lebih dari 13 juta unique visitors. Sekitar 20% di antaranya berasal dari luar Indonesia seperti Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, India, Moroko, Algeria, Australia, dan Inggris. (fau/hijup)

 


Back to Top