Karena Dianggap Mengganggu, Amir Mekkah Ingin Robohkan Menara Jam di Dekat Masjidil Haram

Mekkah, (gomuslim). Menara jam adalah bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai penghias Masjidil Haram, namun bangunan ini bermanfaat sebagai penunjuk waktu bagi jemaah yang tidak membawa jam tangan.  Bangunan yang berdiri tegak ini telah dianggap menghalangi jemaah saat hendak masuk Masjidil Haram.

Menara jam yang akan dirobohkan tersebut adalah menara jam yang terletak di depan gerbang King Abdul Aziz, gerbang ini biasanya dijadikan sebagai salah satu pintu keluar-masuk jemaah yang hendak tawaf atau shalat di Masjidil Haram. Karena telah dianggap menghalangi akses masuk, maka Pangeran Khalid Al-Faisal selaku Amir Mekkah mengeluarkan keputusan untuk menghilangkan menara jam tersebut yang letaknya di sebelah selatan Masjidil Haram.

Sebelum bulan Ramadhan, Masjidil Haram terus mengalami renovasi dimulai dari renovasi hal yang kecil sampai pengangkatan ring Mataf. Tidak hanya berhenti pada tahap itu, ternyata Gerbang King Abdul Aziz pun turut direnovasi. Pengerjaan beton konstruksi pada gerbang tersebut telah dilakukan sebelum Ramadhan tahun ini. Kemudian pada area Selatan Masjidil Haram telah dipasang pondasi untuk pembangunan dua menara.

Sebagaimana yang dilansir dari ajel.sa, rencananya dua menara tersebut berfungsi sebagai tempat azan dan penyampaian pengumuman penting yang bersifat darurat. Terkait dengan perombakan Gerbang King Abdul Aziz, nantinya gerbang baru yang dibangun itu akan dibuat sepanjang 13 meter dan lebarnya 7 meter. Sedangkan dua menara baru akan dibangun setinggi 135 meter. Jika semua ini dapat terwujud, maka akan ada tiga menara di sekitar Masjidi Haram.

Menara jam yang ada di depan gerbang King Abdul Aziz tidaklah semegah menara yang ada di depan pintu utama Masjidil Haram. Fungsi menara itu tidak terlalu potensial, dia hanya sebatas penunjuk waktu bagi jemaah. Lain halnya dengan Clock Royal Tower yang berada tepat di depan pintu utama Masjidil Haram. Clock Royal Tower adalah menara jam raksasa setinggi 601 meter yang konon menara ini menempati peringkat kedua sebagai menara tertinggi di dunia setelah Burjul Khalifa di Dubai yang tingginya mencapai 828 meter.

Bongkar-bangun area Masjidil Haram merupakan hal biasa bagi Pemerintah Arab Saudi, meskipun konstruksi bangunan baru berumur kurang dari 20 tahun, namun bagi mereka jika dirasa kurang sesuai maka tanpa segan dapat dirobohkan kapan saja.

Terkait pelaksanaan perobohan menara kecil di depan Gerbang King Abdul Aziz, Pangeran Khalid selaku penggagas ide berpendapat bahwa, “tujuannya adalah untuk memudahkan jemaah yang hendak shalat dan yang hanya sekadar ingin berkunjung,” jelas Pangeran Khalid seperti yang dikutip dari Akhbaar24.

Amir Mekkah  telah mengeluarkan perintah bahwa pelaksanaan untuk merobohkan dan memugar gerbang King Abdul Aziz dimulai pada Rabu, (15/06/2016). Dengan demikian maka pada hari ini upaya perobohan tengah berlangsung, semoga upaya ini berjalan dengan lancar dan tidak terjadi insiden yang memilukan. (fh)


Back to Top