Hindari Jemaah Terjatuh Lagi, Jumlah Penempatan Petugas Keamanan Masjidil Haram Ditingkatkan

Mekkah, (gomuslim). Jumat minggu lalu telah terjadi insiden memilukan di Masjidil Haram, 120 orang jatuh pingsan di dalam mesjid sebelum dilaksanakannya shalat Jumat. Peristriwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para petugas keamanan Masjidil Haram untuk lebih meningkatkan pengamanan agar hal-hal yang tidak diharapkan dapat segera teratasi.

Pada Jumat kedua di bulan suci Ramadhan tahun ini, penjagaan keamanan makin ditingkatkan. Menurut Komandan Keamanan Masjidil Haram Uqaid Muhdi Al Fahmi menyatakan bahwa, setiap petugas keamanan atau pertahanan sipil yang dikerahkan di Masjidil Haram terlebih dahulu telah dilatih untuk mengoperasikan alat-alat yang digunakan sebagai sarana pertolongan pertama. Selain dari pada itu mereka juga telah dilatih untuk melakukan tindakan pertolongan terhadap jemaah yang terjatuh atau kecelakaan baik menggunakan alat atau tanpa alat sekalipun.

Biasanya setiap sebelum dikumandangkan azan shalat Jumat, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kerap ramai dikunjungi oleh jemaah. Oleh karena itu hari ini tepatnya Jumat, (17/06/2016) jumlah penempatan petugas keamanan ditambah dan ditempatkan di 41 titik selanjutnya mereka harus siap siaga mengawasi sekeliling ring tawaf, tempat sa’i, pintu masuk Masjidil Haram, dan pelataran masjid.

Masing-masing anggota dilatih secara sungguh-sungguh untuk dapat konsentrasi dalam mengawasi jemaah jika ada dari mereka yang terjatuh. Semua ini dilakukan demi meminimalisasi tingkat bahaya jika kejadian minggu lalu terulang lagi. Anggota pertahanan  yang ditugaskan benar-benar telah terlatih untuk menangani persolaan kerumunan manusia yang dikhawatirkan berpotensi memicu jatuhnya jemaah dan terinjak-injak

Peningkatan keamanan juga tidak hanya terlihat di dalam Masjidil Haram, di luar masjid pun pasukan pertahanan sipil ini bersinergi dengan pihak keamanan lainnya seperti petugas jalan raya yang mengenakan kendaraan, semua ini dilakukan agar ketika terjadi bahaya mereka dapat bekerjasama dalam hal pengawalan.

mhlk

Berdasarkan informasi yang dilansir dari ajel.sa, disampaikan bahwa selain petugas pertahanan sipil dalam bidang keamanan, personel yang mengurusi bidang kesehatan juga merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari upaya pengamanan dan keselematan jemaah. Mereka semua menempati peranan penting yang dapat memahami bagaimana metode penyelematan manusia dalam hal-hal darurat.

Tindakan penanganan keamanan seperti ini akan tetap berlangsung selama Ramadhan khususnya pada saat kondisi yang memungkinkan timbulnya kepadatan jemaah seperti, hari Jumat dan 10 hari di akhir Ramadhan, karena 10 hari sebelum Idul Fitri, keramaian di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diprediksi akan meningkat drastis karena pada saat itu banyak umat Muslim yang ingin beriktikaf di Masjid Haramain. Oleh sebab itu kenyamanan dan keselamatan jemaah menjadi beban tanggung jawab petugas keamanan dalam mengatur situasi keramaian tersebut. (fh)


Back to Top