Road to Ramadhan In Style 2016

Presiden IFC Ali Charisma: Indonesia Pegang Alasan Kuat Jadi Kiblat 'Muslim Fashion' Dunia

Jakarta, (gomuslim). 'Muslim fashion' menjadi salah satu komoditi yang sedang naik daun saat ini. Beberapa tahun terakhir, mode pakaian muslim, khususnya hijab bagi para muslimah menjadi tren yang terus berkembang dengan tumbuhnya beragam komunitas hijaber. Berikutnya lahir para muslim designer, dan tentunya pilihan modest wear menjadi semakin beragam. Apalagi, berbagai pihak, mulai dari produsen, designer, dan juga Pemerintah sebagi stakeholder akan mencanangkan perkembangan ini menuju tahun 2020, mengantarkan Indonesia menjadi kiblat 'muslim fashion' di dunia.

Hal tersebut diamini oleh Presiden Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma. Kepada gomuslim, Ali mengatakan banyak sekali alasan kuat untuk Indonesia menjadi pusat busana Muslim dunia. Pertama, kata Ali, mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam dan warga Indonesia adalah  pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Kedua, fashion Muslim Indonesia bisa mewakili cara berbusana orang Islam di seluruh dunia yang sangat beragam, serta kualitas dan harga produk Indonesia, khususnya busana Muslim sangat bersaing dengan pasar global.

“Apalagi saat ini banyak generasi muda yang tertarik menjadi perancang atau pengusaha busana Muslim di Indonesia. Hal itu juga ditambah dengan adanya dukungan  dari Pemerintah yang semakin menguat untuk memajukan industri mode khusussnya busana Muslim,” tambah designer senior Indonesia ini.

 

Sebagai Presiden IFC, Ali dan para designer lain juga menyambut baik perkembangan muslim fashion ini dengan beragam kegiatan postif. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan sebuah event Ramadhan dalam waktu dekat bertajuk “Ramadhan In Style (RIS) 2016”. Melalui event ini, IFC berupaya melakukan langkah konkret yang berkesinambungan dengan menggelar RIS sebagai ajang untuk memasarkan keragaman gaya busana muslim kreasi desainer dan label Indonesia. Pameran fashion akan berisi beragam karya, mulai dari gaya konvensional hingga gaya urban untuk memenuhi berbagai selera konsumen di pasar lokal maupun Internasional. Acara yang juga didukung sebuah mall besar di kawasan Kebayoran Jakarta Selatan, Gandaria City dan Ditali Cipta Kreatif sebagai organizer serta gomuslim sebagai media partner ini akan berlangsung di Main Street, Main Atrium, dan Parkir Eat & Eat, Gandaria City, Jakarta Selatan, dengan menampilkan lebih dari 60 label fashion muslim dan perlengkapannya yang memperkuat konsep ritel atau Business to Customer.

Sebagai salah satu pameran fashion muslim terbesar di Indonesia, Indonesia Fashion Chamber akan menghadirkan mahakarya dari para desainer papan atas Indonesia, seperti Deden Siswanto, Lenny Agustin, Irna Mutiara, Sofie, Nuniek Mawardi, Khanaaan Shamlan, Stephanus Hamy, Anggiasari, Kami Idea dan masih banyak lagi. 'Ramadhan in Style' akan berisi Fashion & Accessories Exhibition, Fashion Show, Talkshow bersama Asma Nadia dan Puput Melati, serta Religious Music yang berlangsung  mulai tanggal 22 Juni hingga 17 Juli 2016 mendatang.

“Kami mempunyai beberapa tujuan dalam menyelenggarakan event ini. Melalui Ramadhan In Style ini, semoga bisa membantu dan membuka peluang bisnis bagi  para designer dan pengusaha busana atau produk Muslim, serta juga bisa mempermudah pengguna untuk melihat trend terkini busana Muslim yang menjadi  salah satu misi untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat busana Muslim dunia,” tambah pemilik brand Ali Charisma dengan export division ke bebrapa negara, seperti  Itali, Amerika, Australia, Malaysia, Prancis, Inggris, Korea, Jepang, dan masih banyak lagi.

Selanjutnya, sebagai designer mode Evening and Cocktail Wear asal Bali, Ali Charisma juga mengaku tertarik untuk ke depannya ikut merancang busana muslim sesuai ciri khasnya. Karena menurut Ali, muslim fashion adalah busana yang menutupi aurat dan bisa tetap mengikuti gaya hidup terkini atau  trend .

“Ke depannya, saya sangat tertarik merancang busana muslim, bahkan saya sudah bekerjasama dengan salah satu perusahaan tekstil di Jakarta yang sudah berjalan selama enam bulan, jadi tunggu saja karya saya di muslim fashion,” kata President Director of Indonesia Fashion Week periode  2012-2015 ini.       

Selain itu, kata Ali, IFC sebagai organisasi yang beranggotakan para designer Indonesia juga konsen pada pengembangan industri fashion di Indonesia. Fokus IFC di tahun  2016 adalah membuat program pendidikan bagi anggota dan non anggota untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas sebagai perancang atau pengusaha fashion di Indonesia. Sedangkan dalam hal  event, selain RIS ini, akan ada event yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) bertajuk “International Ethical and Etnik Fashion” pada November 2016 mendatang.

Indonesia Fashion Chamber sendiri adalah organisasi non profit dari para designer Indonesa untuk memasarkan keragaman gaya busana muslim karya desainer dan label Indonesia. Dalam arah berjalannya, IFC bergerak di industri mode dengan kekhususan ready-to-wear-craft dan modest fashion. IFC juga memiliki rencana untuk mengembangkan tiga sektor, seperti research and development, sumber daya manusia, dan bisnis yang mencakup desain & label, pemasaran dan distribusi, serta kewirausahaan unit kecil dan menengah.

IFC telah memiliki 11 cabang yang mereka sebut sebagai chapter di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Makassar, dan lainnya. Kota-kota tersebut sudah memiliki pengurusnya masing-masing.

“Besar harapan saya busana Muslim Indonesia bisa berkembang dan bersaing seperti halnya busana konvensional lainya yang akhirnya akan menjadi kekuatan yang besar untuk memajukan industri mode di Indonesia, “ harap Ali yang berhasil mengembangkan bisnis ekspor busana rancangannya ke Amerika Serikat, Jerman, Italia, Arab Saudi, Kuwait, Tiongkok, dan lainnya ini. (fau) 


Back to Top