Sejuta Lebih Jemaah Umrah Masuk Mekkah, Area Tawaf Sering Berhenti Total

Mekkah, (gomuslim). Kepadatan jemaah pada pertengahan kedua bulan Ramadhan memang luar baisa. Diperkirakan lebih sejuta jemaah umrah berdatangan dari berbagai negara memasuki kota Mekkah. Pada saat melaksanakan tawaf umrah, kondisi kepadatan semakin tidak terkira sehingga menyebabkan jalur menjadi macet total.

Dari pantauan di tempat kejadian, beberapa Asykar terlihat ramai mengawasi dan mengatur jemaah umrah, namun di samping itu mereka pun ternyata mencegah beberapa jemaah yang mendekati ring tawaf. Sungguh suatu keanehan yang terjadi di Masjidil Haram, pasalnya Kakbah sebagai pusat kiblat shalat bagi umat Muslim dunia sejatinya kerap dikelelingi oleh jemaah yang umrah. Namun bagaimana jika beberapa jemaah di Masjidil Haram dilarang mendekati ring tawaf, apakah mereka telah dihalangi oleh petugas kemanan tersebut setelah adanya perintah dari Gubernur/Amir Mekkah.

Semua hal ini terjadi tidak terlepas dari peristiwa sebelumnya yakni, pada Jumat, (17/06/2016) Masjidil Haram makin dipadati umat Muslim, tercatat sekitar  1 juta orang yang melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjidil Haram. Akibat kepadatan ini, putaran tawaf sempat terhenti karena jemaah yang tawaf terhalang oleh beberapa jemaah lainnya yang melakukan shalat di area tawaf. Seperti yang telah diketahui, bahwa umat Muslim, bahwa kegiatan tawaf dilakukan oleh jemaah yang sedang umrah atau haji, namun terkadang adapula yang mendekati ring tawaf hanya untuk berfoto dan melihat jemaah yang tawaf meskipun ia tidak sedang melaksanakan umrah atau pun haji.

gkglk

Hal semacam inilah yang menyebabkan berhentinya putaran tawaf, sehingga Gubernur Mekkah Khalid Faishal pada Ahad, (19/06/2016) memberikan instruksi berupa larangan shalat di ring tawaf yang sejatinya berjarak dekat dengan Kakbah. Namun ternyata kebijakan ini dianggap belum cukup, akhirnya sehari setelahnya jemaah yang hendak masuk area lingkaran tawaf terlebih dahulu dipantau oleh petugas keamanan dan jika didapati seorang yang bukan jemaah umrah maka ia akan dilarang mendekati lingkaran tawaf atau dengan arti lain jemaah yang tidak sedang melaksanakan umrah musim ini dilarang memasuki lingkaran tawaf tersebut.

Terhentinya putaran tawaf kerap terjadi di Masjidil Haram, sedangkan sebagian warga Arab Saudi sudah mengetahui bahwa banyak jemaah yang telah melakukan umrah kemudian rindu dengan Masjidil Haram akhirnya ia pun datang dan hanya sekadar ingin shalat di dekat Kakbah namun ternyata hal ini sangat menggaggu pergerakan tawaf. Jika mereka melakukan shalat di luar lingkaran tawaf maka hal ini tidak akan menghambat pergerakkan tawaf.

Kebijakan Pemerintah Daerah Mekkah dan juga para petugas yang menjaga keamanan Masjidil Haram, mendapat pujian dari banyak pihak khususnya warga Arab Saudi. Secara kasat mata petugas keamanan dapat membedakan jemaah umrah dan yang hanya  sekadar berkunjung saja, namun jangan sampai salah arah dalam melarang, karena hal tersebut menghambat ibadah seorang Muslim. (fh/akhbaar24)


Back to Top