Buka 24 Jam, Pusat Kesehatan Masjidil Haram Resmi Digunakan

Mekkah, (gomuslim). Pada musim umrah Ramadhan tahun ini Kementrian Kesehatan Arab Saudi menyediakan layanan kesehatan bagi jemaah umrah. Seluruh rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan di Mekkah siap sedia sepanjang waktu melayani jemaah yang sakit. Semua fasilitas penunjang kesehatan serta obat-obatan telah disediakan sehingga penanganan jemaah yang sakit dapat segera teratasi.

Berdasarkan informasi yang diterbitkan Shahifah Madinah, Selasa, (21/06/2016) disampaikan bahwa, Ketua Komite Haji dan Umrah sekaligus Pembimbing Urusan Kesehatan Dr. Husain Ghanam menjelaskan bahwa pembentukan pusat kesehatan di Masjidil haram telah selesai, saat ini telah tersedia khusus 2 pusat kesehatan. Pusat kesehatan yang pertama terletak di antara pintu 84-88, di sanalah terdapat dua pos pelayanan kesehatan jemaah di dalam Masjdil Haram. Selanjutnya pusat kesehatan kedua terletak di area masuk jalur sa’i yang bersebelahan dengan Bab As-Salam.

Selain di dalam Masjidil Haram, pos-pos kesehatan juga tersedia di luar masjid seperti 2 pos di pelataran Masjdil Haram. Dari pos kesehatan yang tersedia ini semuanya bekerjasama dengan Rumah Sakit Ajyad yang dalam hal ini berperan sebagai rumah sakit darurat. Setiap tahun Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi selalu mengadakan kerjasama dalam hal penugasan tenaga medis untuk membantu jemaah haji pada saat musim umrah seperti bulan Ramadhan tahun ini dan musim haji nanti.

Pada bulan Ramadhan keramaian jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah suatu keniscayaan yang terjadi setiap tahunnya, maka peran tenaga medis sebagai tim ahli sangat dibutuhkan pada saat seperti ini. Ratusan ribu jemaah berdatangan silih berganti memadati Masjid Haram yang berdaya tampung 900 ribu untuk jemaah yang melakukan shalat. Dari sekian banyaknya ada saja jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan pertolongan medis dengan segera, itulah sebabnya pusat/pos kesehatan sangat penting ditempatkan di dekat berkumpulnya orang banyak seperti di Masjidil Haram ini.

Hal-hal di luar dugaan terkadang terjadi di Masjidil Haram, seperti peristiwa jatuhnya 120 jemaah umrah pada Jumat pertama bulan Ramadhan tahun ini, sehingga dengan terjadinya peristiwa itu, diharapkan peran tenaga medis dapat cepat mengatasi persoalan yang dialami oleh korban agar bahaya tidak semakin membesar. Oleh karena itu pihak terkait seperti petugas yang berwenang menangani kesehatan harus diintensifkan.

Pembangunan dua pos kesehatan pada dasarnya ini telah direncanakan pada tahun 2015 lalu, kala itu Direktur Umum Dinas Kesehatan Kota Mekkah Dr. Musthafai Baljun menjelaskan bahwa tingginya angka jemaah umrah perlu diimbangi dengan layanan medis yang dapat dijangkau dengan cepat dan mudah. Dengan demikian maka perlu kiranya dibangun pos atau pusat kesehatan jemaah di dalam Masjidil Haram, dari sinilah akhirnya Direktur Departemen Haji dan Umrah Kota Mekkah Dr. Maufiq Muhammad Abu menandaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah berinisiasi mendirikan pos/pusat kesehatan yang berafiliasi dengan rumah sakit. Semoga tidak jemaah umrah yang sedang menjalankan ibadah di Masjidil Haram dalam naungan Allah SWT sehingga diberikan keselamatan sampai kembali ke negaranya masing-masing. (fh/almadina/3alyoum)


Back to Top