Institut Masjid Nabawi Buka Pendaftaran Pesantren dan Kuliah Tahun Ajaran Baru

Lembaga Pendidikan Masjid Nabawi resmi menyiarkan pengumuman mengenai pendaftaran bagi siapa yang berminat untuk belajar di ma’had dan perguruan tinggi (institute) khusus mata kuliah syariah, ulumul Quran (ilmu-ilmu Alquran)
dan ulumul hadis (ilmu-ilmu hadis). Jika di Indonesia ma’had kerap dikenal sebagai pondok pesantren, namun bagi warga Arab Saudi, ma’had adalah suatu yayasan atau lembaga yang bergerak dalam bidang pengajaran yang jenjangnya masih di bawah perguruan tinggi.

Rektor Institut Masjid Nabawi Dr. Muhammad bin Ahmad Al Hudlairiy menyampaikan bahwa pendaftaran pada tahun ini menggunakan sistem e-register dimana sistem online ini dianggap dapat mempermudah para pelajar yang berminat masuk kuliah di Institut Masjid Nabawi untuk tahun ajaran 1437-1438 H/2016-2017. Sedangkan bagi yang berminat belajar untuk jejang SMP dan SMA maka dapat mendaftar di ma’had Masjid Nabawi yang pendaftarannya telah dibuka secara online seperti pada jenjang perkuliahan.

Adapun bagi yang ingin mendaftar ke Ma’had Masjid Nabawi maka pendaftarannya dibuka mulai pertengahan Ramadhan tahun ini sampai tanggal 1 Dzulhijjah 1437 H/2016. Lembaga pendidikan Islam yang dibentuk di Masjid Nabawi ini pada dasarnya bertujuan untuk mencetak ahli sebagai penerus generasi sebelumnya.

Terkait mekanisme dan waktu pendaftaran, Direktur Ma’had Masjid Nabawi Syeikh Ali bin Shalih Al Muhaisiniy mengatakan, “Sebenarnya dua lembaga itu (Institutut dan pesantren) pendaftarannya selalu dibuka tiap tahunnya bagi siapa pun pelajar atau mahasiswa yang berminat mempelajari ilmu syariah baik bagi pelajar yang bermukim maupun yang pulang-pergi dalam mempelajari ilmu di Masjid Nabi SAW ini,” ujar Al Muhaisiniy.

Sampai saat ini, lembaga pendidikan yang didirikan di Masjid Nabawi telah mendapat dukungan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz serta para pengurus Masjid Haramain. Seperti yang banyak diketahui oleh masyarakat Muslim, bahwa selain sebagai tempat ibadah terkadang masjid dijadikan sebagai pusat dakwah Islam yang akhirnya berkembang dan memiliki perguruan tinggi seperti Universitas Al-Azhar  Kairo-Mesir. Dengan demikian, maka bukanlah suatu kemustahilan jika masjid akhirnya memiliki sebuah lembaga pendidikan besar.

Selain dari pada itu, beberapa perguruan tinggi di Timur Tengah biasanya memiliki semacam pondok pesantren atau ma’had yang berafiliasi ke perguruan tinggi tersebut, seperti Ma’hadul Ulum yang berafiliasi ke Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud dan yang lainnya. Tentunya untuk dapat bergabung menjadi mahasiswa di Institut Masjid Nabawi, para mahasiswa perlu menguasi bahasa Arab, hafal Alquran minimal 1 juz dan menyerahkan dokumen-dokumen penting lainnya.

Adapun bagi anda yang berniat menempuh pendidikan untuk jenjang perguruan tinggi di Institut Masjdi Nabawi atau bagi yang ingin mendaftarkan anaknya ke pesantren Masjid Nabawi Madinah setelah mengenyam pendidikan pesantren di Tanah Air maka dapat langsung klik link berikut ini: http://eservices.wmn.gov.sa/SRV/INS_0008.aspx. (fh/gph) 


Back to Top