Nahdlatul Ulama Luncurkan Produk Reksa Dana Cipta NUsantara Syariah

Jakarta, (gomuslim). Gerakan Investasi di Pasar Modal Syariah Perlahan Mulai Berdampak Positif. Sejak meluncurkan produk syariah serta ajakan kepada masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal syariah berpengaruh terhadap sentimen pasar modal syariah, Jakarta Islamic Indeks ditutup menguat di angka 3,25  poin atau 0,49% ke level 671,90 pada perdagangan akhir sesi I Rabu (22/6/2016).

Hal itu tidak lepas dari kampanye investasi syariah yang terus digencarkan. Terlebih sejumlah organisasi massa Islam langsung turun membentuk badan usahanya. Adalah Nadhlatul Ulama dengan komitmen untuk berkontribusi terhadap perekonomian dan pembangunan nasional serta dalam rangka menindaklanjuti  Muktamar Ke-33 NU di Jombang 2015 lalu yang mengamanahkan pengurus NU untuk membuat badan investasi NU.  Akhirnya baru pada beberapa hari yang lalu NU resmi meluncurkan produk Reksa Dana Cipta NUsantara Syariah Berimbang yang bekerjasama dengan PT Ciptadana Asset Management (CAM). Produk  ini merupakan wujud keinginan NU dalam mendukung industri pasar modal syariah.

Dengan dukungan dari organisasi dan melalui jaringan kepengurusan yang besar yakni mencapai 52.282 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan 14 negara, ditambah dengan dukungan dari para loyalis NU di Indonesia yang mencapai angka 83 Juta, NU berharap nantinya dapat lebih meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia, memberikan edukasi investasi kepada warga NU serta masyarakat umum, baik muslim maupun non muslim sekaligus menyediakan wadah untuk menggalang dukungan finansial bagi kegiatan NU di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi dan kegiatan lain. Pada akhirnya, semua harapan itu pun merujuk kepada satu harapan besar yakni untuk mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya.

Potensi umat Islam yang besar di Indonesia serta pasar modal syariah yang sangat potensial seharusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal melalui langkah-langkah strategis serta melalui inovasi program-program baik jangka pendek maupun jangka panjang yang berkelanjutan dan berkomitmen. Pasalnya, Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan nilai investasi pada pasar modal syariah masih berada di bawah 5 persen. Padahal, saham syariah tumbuh hingga 8 persen per tahun, Nilai Aktiva Bersih (NAB) tumbuh 16,4 persen per tahun dan outstanding sukuk perusahaan tumbuh 3,9 persen per tahun. Namun dari sisi nilai tidak mencapai 5 persen. Demikian juga dengan reksa dana syariah yang menurut catatan pada tahun 2015 lalu, jumlah dana kelolaan reksa dana syariah baru 4 persen dari total dana kelolaan reksa dana di Indonesia.

Hadirnya Reksa Dana Cipta NUsantara Syariah Berimbang nantinya diharapkan dapat menggerakan pasar modal syariah yang juga akan berirngan dengan meningkatnya insting masyarakat, terutama masyarakat muslim dalam berbisnis.  Untuk paket reksa dana yang baru diluncurekan tersebut, baik NU maupun pihak CAM menawarkan tiga paket pilihan investasi di Reksadana Cipta NUsantara Syariah Berimbang. Pertama, Investasi Platinum sebuah investasi modal yang pokok dan hasilnya diperuntukkan untuk NU. Sementara Investasi Gold adalah investasi yang pokoknya tetap dimiliki nasabah, sementara imbal hasil tunainya didonasikan untuk NU. Dan ketiga, investasi Reguler yakni nasabah tetap memiliki pokok dan hasil investasinya. (alp)


Back to Top