Unit Usaha Syariah BTN Ekspansi ke Luar Jawa Garap Sejuta Rumah Sederhana

Jakarta, (gomuslim). Meskipun perkembangan property tahun ini cenderung melambat, akan tetapi para pengembang masih yakin ke depan industry property akan semakin membaik. Hal itu kemudian direspon dengan positif oleh Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Tabungan Negara (BTN) syariah dengan menerapkan langkah konkret untuk membantu pemerintah dalam membangun negeri tanpa harus terfokus di pulau Jawa.

Beberapa waktu yang lalu, BTN resmi membuka kantor cabang UUS mereka di Aceh sebagai bagian dari realisasi program sejuta rumah untuk rakyat kecil melalui KPR dari iB BTN. Selain karena potensi pangsa pasar perbankan syariah yang cukup besar dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia yang mencapai 12,88%, BTN konvensional yang telah terlebih dahulu berkiprah di sana juga mencetak prestasi gemilang dengan pertumbuhan aset 78% dalam dua tahun terakhir dan kredit tumbuh 80%.

Hal itu juga sejalan dengan data mengenai laba bersih BTN yang menembus Rp 1,85 triliun pada 2015, melonjak 62% dibandingkan 2014, terutama ditopang pendapatan bunga yang mencapai Rp 15,57 triliun, tumbuh 16,25%. Fee based income BTN juga bertumbuh 22%. Sumber lainnya adalah pendapatan recovery aset yang mencapai Rp 2 triliun.

Program sejuta rumah selain diikuti oleh UUS BTN, di sana juga terdapat Real Estate Indonesia (REI) yang bersaing ketat dengan UUS BTN dalam mengekspansi dearah-daerah yang belum berkembangan sebagaimana di pulau Jawa. Program pemerintah membangun sejuta rumah pada 2016 sendiri terbagi atas 700 ribu rumah bagi MBR dan 300 ribu rumah komersial. Dengan masifnya pembangunan rumah melalui program sejuta rumah ini, tentu saja secara tidak langsung pemerintah sudah membuka peluang sebesar-besarnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan mengingat angka sejuta rumah bukanlah angka ynag sedikit dan tentu saja membuthkan banyak tenaga kerja. Mulai dari poryek pengerjaan rumah, material yang digunakan seperti baja, genteng, semen, dan lain sebagainya.

Walaupun terdapat perkataan miring mengenai program sejuta rumah untuk warga Indonesia ini, Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy optimistis target sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah bakal terealisasi atau paling tidak bisa tercapai dalam jumlah yang signifikan. Hal ini melihat pengalaman tahun lalu, setelah didukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menerapkan suku bunga tetap (fixed) 5% selama 20 tahun. (alp)


Back to Top