Pertama di Dunia, Masyarakat Kota Solo Produksi Batik Alquran

Solo, (gomuslim). Ramadhan tahun ini menjadi momentum kota yang dikenal dengan sebuatan kota batik Nusantara  ini untuk berinovasi dalam kreativitas. Melalui kerajinan tangan membatik, para pengrajin membuat batik yang bertuliskan ayat-ayat Alquran. Hal ini pun disambut baik oleh masyarakat. Bahkan masyarakat pun mencanangkan gerakan baca tulis Alquran melalui media batik.

Adalah  Kota Solo, tepatnya di kampung Batik Laweyan terdapat mushaf Alquran yang ditulis tangan di atas media kain. Cara menulisnya pun menggunakan canting seperti ketika membuat motif batik. Ayat-ayat Alquran ini dibatik di atas kain mori besar, sesuai dengan urutan Alquran pada umumnya.

Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan  Alpha Fabela Priyatmono menjelaskan  Alquran dibatik di atas kain, nanti akan berbentuk lembaran-lembaran berukuran 50cmx80cm. Katanya, selain ayat-ayat Alquran, pada pinggir lembaran Alquran tersebut juga dihiasi oleh motif-motif batik. Untuk sementara ini, tambah Alpha, motif yang digunakan untuk hiasan di pinggir baru motif-motif Jawa, namun tidak menutup kemungkinan akan dibatik juga motif-motif dari seluruh Indonesia.

Kata Alpha, pembuatan batik Alquran ini sebenarnya sudah berlangsung sebelum bulan Ramadhan 1437 Hijriyah tiba, hanya saja saat ini masih berlangsung. Bahkan untuk delapan bulan ke depan. Karena katanya, target kampung laweyan adalah membatik Alquran secara keseluruhan 30 Juz.

Pembuatan Alquran batik di Kampung Batik Laweyan, Surakarta ini tidak terlepas dari gerakan mengedukasi moral masyarakat.  Alpha mengatakan cara ini ini ditempuh untuk edukasi moral masyarakat.

“Dengan membatik Alquran ini otomatis yang membatik juga ikut menulis serta membaca ayat yang sedang dibatiknya. Ini bisa disebut gerakan edukasi moral masyarakat di sekitar Laweyan,” kata Alpha.

Adapun proses membatik Alquran, lanjut Alpha, dikerjakan secara kolektif oleh masyarakat di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Pengerjaan Alquran batik dilakukan secara hati-hati dengan beberapa kali pengecekan ulang untuk memastikan ayat yang dibatik sudah benar. Alpha menambahkan setiap ayat yang sudah ditulis akan diteliti oleh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam proyek Alquran batik selalu ada tantangan dan kesalahan pun tak terhindarkan.

“Yang paling sering ada salah setelah proses pewarnaan, karena sering kali ada warna yang bocor sehingga ada tanda baca yang kadang hilang,” tambah Alpha.

Hal lainnya yang bisa membuat masyarakat umum untuk tertarik mengikuti gerakan ini adalah soal pengerjaan bingkai batik Alquran. Alpha menuturkan jika nantinya bingkai batik Alquran ini bakal digambar motif batik sesuai dengan keinginan dari yang menggambar.

"Jadi semisal nanti yang gambar itu dari orang Papua, nah bingkainya akan dikasih batik yang sesuai dengan budaya Papua. Kita juga akan mengajak kerja sama mahasiswa untuk membuat Alquran batik, karena banyak mahasiswa Timur Tengah di sini," pungkas Alpha. 


Back to Top