Omset Miliaran, Waroeng Steak Ini Buka Rahasia Raih Sukses Dunia Akhirat

Yogyakarta. (gomuslim). Yogyakarta memang istimewa. Di kota pelajar ini banyak kejadian inspratif berasal dari hal-hal sederhana di sekitar yang menjadi besar dan mendunia, bahkan ada yang meng-ahirat.

Seperti ‘amalan’ yang dilakukan pemuda ini, H. Jody Brotosuseno dan istrinya, Hj. Siti Haryani.  Pemilik dari waroeng steak and shake kelahiran 1974 ini tidak hanya sukses mengembangkan bisnisnya, tetapi juga bikin banyak kalangan berdecak kagum. Kisahnya adalah rahasia terbuka yang ditulis dalam kitab suci. Kerja keras, jujur dan sedekah.

Sebelum sukses, pasangan muda ini mengalami jatuh bangun dalam memulai berbagai usaha. Peluang aneka kuliner sudah mereka coba, dari roti bakar, berjualan susu, sampai bisnis kaos partai, yang cuma musiman. Semua usaha mereka jalani tapi tak bertahan lama. Belum ketemu chemistry –nya.

Hingga suatu ketika, usai pemilihan umum pertama pascareformasi tahun 1999, keuntungan berjualan kaos partai ia gunakan mengontrak rumah kemudian membuka usaha ‘waroeng steak’ di emperan rumah. Ia mengubah kesan steak dari makanan gedongan menjadi makanan emperan.

Untung dapat dikejar.  Jody dan istrinya menemukan ‘titik sukses’ di usaha ini.  
Mereka membuka warung steak dan shake di pinggir jalan bermodal 5 hotplate, 5 buah meja makan, dan sebuah ruang berdaya tampung 20 orang. Kini usahanya tumbuh pesat.

Usut- punya usut ternyata sosok Jodi sendiri bukanlah orang susah seperti kita akan bayangkan. Ayah Jodi, Sugondo dikenal pemilik jaringan restoran Obonk Steak dan Ribs. Namun Jody memilih kerja keras sampai cucuran keringatnya menghasilkan dan ia tercatat sebagai salah seorang kaya penyandang dana berbagai kegiatan keagamaan.

Ia hidup sangat sederhana meski omset penjualannya luar biasa, berjuta-juta rupiah dalam sehari. Ini yang istimewa, ia bersedekah memberi makan bagi puluhan jemaah setiap saat buka puasa Senin dan Kamis di Masjid yang ia bangun dan menggratiskan penjualan dalam sehari pada hari-hari tertentu.

Siapakah Jody Brotosusena ini?  Sosoknya sederhana meski dia orang kaya. Diperkirakan omset penjualan steaknya untuk satu outlet per bulan Rp500 juta, sementara saat ini ia sudah membuka 80 outlet.  Salah satu outlet seluruh keuntungannya disedekahkan untuk membiayai santri-santi tahfidz. Tidak jauh dari Masjid yang ia bangun, ada rumah penduduk menjadi rumah tahfidz yang biaya operasionalnya ditanggung Jody. Ini jelas super sekali.

Total karyawan yang bekerja di outletnya lebih sekitar 1000 orang, yang secara internal dikenalkan dengan amalan-amalan sunnah seperti shalat dluha sebelum bekerja da nada kegiatan setoran hafalan Alquran. Bagi yang sudah hafal 1juz maka akan diberangkatkan umrah. Saat ini Jody sedang membangun tower tahfidz senilai Rp70 miliar.

Yang lebih istimewa lagi dari itu semua, ia tidak mewariskan harta dan kekayaannya, seluruh usahanya akan diwakafkan jika dia dan istrinya telah tiada. Ia merasa cukup membekali empat anak-anaknya dengan ilmu dan iman yang benar dan kuat. Dengan itu akan menemukan sendiri muaranya.

Ini adalah sebuah pelajaran nyata yang ada di hadapan kita. Mungkin kemampuan kita tidak menyamai Jody dalam usaha dan amal ibadah dan amal sosial, tetapi Jody memberi pelajaran langsung kepada jutaan umat, Bahwa sikap mandiri dan kerja keras, kerja cerdas tanpa kenal mengeluh apalagi putus asa dapat mengalahkan nasib sial. Saat ada hasil kemudian bersedekah untuk kepedulian terhadap sesama yang kurang beruntung agar dapat kesempatan keluar dari masalah. Inilah sukses dunia dan akhirat itu. (mm)

 

 


Back to Top