Ramadhan in Style 2016

Darurat Lindungan Hak Cipta, Karya Designer Indonesia Langganan Diduplikasi

Jakarta, (gomuslim).  Karya-karya designer Indonesia harus dilindungi hak cipta karena design fashion adalah karya intelektual tingkat tinggi yang membutuhkan keahlian dalam proses penciptaannya dan patut diberi apresiasi. Mendesign fashion memerlukan pengetahuan dan keahlian sehingga hasilnya harus dilindungi secara hukum, terlebih Indonesia merencanakan sebagai kiblat 'muslim fashion' dunia pada 2020 yang sudah dekat.

 “Saya sebagai pemerintah bersama instansi lain terkait, bertugas mendorong dan memberi kemudahan jalan agar semua karya designer-designer kita dilindungi hak cipta. Yang terjadi selama ini, setelah sebuah design dibuat kemudian dipublikasikan, tidak lama kemudian bermunculan duplikasinya dalam jumlah massif dengan harga murah,”demikian disampaikan Euis Saedah dari Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Jumat sore, (24/06/2016).

Pernyataan tersebut disampaikan Euis saat memberi sambutan dalam pembukaan Ramadhan in Style  super mall Gandaria City, Jakarta Selatan. Acara ini diselenggarakan Indonesian Fashion Chamber (IFC) bekerja sama dengan Manajemen Gandaria City, Ditali Cipta Kreatif, Wardah Cosmetic, Perdana Travel Haji dan Umrah (Maktour Group), Portal Publikasi ‘Muslim Need’ gomuslim dan lainya.

Di hadapan para desiger seperti Dian Pelangi,  Deden Siswanto, Lenny Agustin, Irna Mutiara, Sofie, Nuniek Mawardi, Najua Yanti dan lainya, Euis menyebut bahkan tindakan duplikasi yang selama ini tidak mendapat tindakan hokum sesungguhnya itu tidak menghargai kreativitas dan merugikan. Kreativitas designer Indonesia sudah saatnya dilindungi hak cipta

Usai memberi sambutan, dijelaskan lebih jauh bahwa sertifikat pendaftaran hak cipta diterbitkan oleh Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan HAM RI setelah melewati tahapan pemeriksaan formalitas. Para pendesain sebagai pencipta, atau pihak lain sebagai pemegang hak cipta yang sah, dapat mendaftarkan hak ciptanya di Ditjen HKI, agar kepemilikan hak tersebut tercatat secara resmi.

Dalam kesempatan tersebut juga ditambahkan, hak cipta merupakan hak eksklusif yang diberikan Negara kepada pencipta atas karya orisinal-nya di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra (Pasal 12 Undang-Undang Hak Cipta) yang memuat secara rinci enis-jenis ciptaan yang dilindungi.

“Berkaitan dengan pendaftaran hak cipta atas desain pakaian,  perlu diperhatikan ketentuan Pasal 12 UUHC ini karena hanya desain-desain yang termasuk dalam  lingkup Ciptaan sesuai Pasal 12 UUHC tersebut yang dianggap sebagai obyek perlindungan hak cipta dan dapat didaftarkan hak ciptanya,”tegasnya.

Umumnya, desain pakaian memiliki dua pengertian. Pengertian yang pertama mengacu pada desain bentuk pakaiannya sendiri (fungsional), dan pengertian yang lain mengacu pada desain-desain yang bersifat hiasan (ornamental) yang diaplikasikan pada pakaian. Karya-karya designer merupakan jenis yang pertama.

Berkaitan dengan perlindungan desain ini, Hak cipta melindungi pendesain atau pemegang hak cipta atas desain, dari pengumuman atau perbanyakan ciptaannya oleh pihak lain tanpa ijin pendesain atau pemegang hak cipta atas desain (Pasal 1 Butir 5 dan 6 UUHC).

“Yang perlu diperhatikan, tidak termasuk pelanggaran hak cipta manakala kompetitor atau pihak lain hanya terinspirasi dari desain Anda dan menciptakan sendiri sebuah karya desain baru,”ujarnya. Sebab, itu adalah jenis inspired-by design, karena hak cipta tidak melindungi sebuah ide, melainkan ekspresi yang dituangkan dari ide tersebut. Dengan demikian, akan terjadi proses kreatif yang berkesinambungan dengan tetap menghormat karya intelektual atau hak cipta masing-masing. (mm)


Back to Top