Jadi Media Promosi Fashion Syar'i, Boneka Barbie Kini Berhijab

Jakarta, (gomuslim). Dalam kesempatan mengomentari industri busana muslim beberapa waktu yang lalu, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah mengatakan, terkait dengan rencana Indonesia menjadi kiblat busana muslim se-dunia tahun depan, perlu diiringi adanya sarana promosi yang masif. Mengenai promosi tersebut, ia mengakui banyak jalan untuk melakukan promosi, seperti database, katalog industri yang lengkap, dan lain sebagainya. Namun, ada yang terlupakan bahwa dengan animo masyarakat yang tinggi, terutama anak-anak, boneka barbie sangat potensial untuk dijadikan sarana promosi, memperkenalkan busana muslim kepada anak-anak agar mereka lebih aware dengan busana syar’i, sebagai bentuk promosi berkelanjutan atau yang hasilnya tidak bisa dipetik dalam sekejap. Terlebih dengan kecenderungan anak usia dini yang masih dalam tahap meniru atau imitasi dalam bahasan Psikologi. Tentu makin menguatkan potensi promosi tersebut.

Sebagaiman yang kita ketahui, baru-baru ini, Kementrian Perindustrian mengeluarkaan himbauan kepada para pelaku  industri boneka dan mainan dalam negeri agar dapat melakukan inovasi dan memproduksi yang memiliki ciri khas Indonesia, seperti busana adat Batak, Jakarta, Jawa, Sumatera Barat, dan lain sebagainya, mengingat saat ini Indonesia masih menjadi basis terbesar untuk pabrik berskala internasional di dunia milik perusahaan boneka Barbie ternama di dunia, Mattel Inc yang berpusat di Los Angeles, AS.

Himbauan yang dikeluarkan oleh Kementrian Perindustrian pun dinilai tidak lengkap dan tak proporsional bila hanya mengacu pada pakaian adat saja. Seharusnya himbauan itu juga mengarah kepada fashion muslim bila memang ingin melihat Indonesia menjadi kiblat fashion dunia 2018 dan 2020 mendatang. Padahal, sebelumnya Kementrian Perindustrian mengakui dalam memajukan industry fashion syar’i di bumi pertiwi membutuhkan promosi yang banyak sekali ragamnya. Dan salah satunya melalui boneka Barbie tersebut.

Indonesia saat ini, memang diakui dunia sebagai negara pengekspor produk-produk fashion syar’i terbesar di dunia. Jangkauan pasar ekspor produk-produknya pun tak main-main, menembus pasar Amerika Serikat, Jerman, Arab Saudi, Kuwait, Tiongkok, bahkan kota mode nomor wahid dunia Italia pun berhasil ditembus oleh produk-produk fashion syar’i asal Indonesia.

Namun, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan persentase wanita lebih tinggi dibanding pria, negeri ini juga diakui sebagai konsumen terbesar kelima di bawah negara-negara yang penduduk muslimnya jauh lebih sedikit dibanding Indonesia, seperti Turki, Uni Emirat Arab dan Nigeria. Itu artinya, ada yang tak beres dengan konsep promosi yang dilakukan pihak-pihak terkait dalam mempromosikan industri fashion syar’i setidaknya untuk menyadarkan dan menjangkau konsumen dalam negeri.

Jadi, sangat disayangkan bila Kementrian Perindustrian sebagai ujung tombak untuk mengembangkan perindustrian negeri ini tidak dapat melihat peluang promosi fashion syar’i melalui boneka-boneka barbie serta boneka-boneka lainnya yang sangat identik dengan anak-anak itu. (alp)


Back to Top