Iktikaf di Masjid Nabawi

Masuk 10 Hari Terakhir Ramadhan, 1.000 Lemari Kecil Disiapkan untuk Jemaah yang Laksanakan Iktikaf

Madinah, (gomuslim). Memasuki 10 hari terakhir, ribuan jemaah di  Masjid Nabawi mulai beriktikaf di dalam masjid. Mereka mengisi waktu dengan membaca Alquran dan memperbanyak ibadah sunnah demi keutamaan lailatul qadar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, hal ini kerap dilakukan umat Muslim karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Berkenaan dengan ibadah ini, tentunya para jemaah lebih banyak berdiam diri di dalam masjid. Oleh karena itu beberapa barang-barang keperluan sehari-hari yang menjadi bagian dari kebutuhan dasar seperti pakaian, peralatan mandi dan lain sebagainya juga dibawa ke dalam masjid. Maka demi menjaga kerapihan dan kebersihan Masjid Nabawi, pengurus masjid menyiapkan 1.000 lemari kecil untuk penyimpanan barang-barang jemaah yang beriktikaf.

Lemari kecil yang disediakan oleh pengurus masjid dipinjamkan kepada masing-masing jemaah yang melakukan iktikaf, sehingga perlengkapan mereka tertata rapi dan tidak mengganggu pemandangan interior masjid. Lemari ini dapat dibawa kemana pun jemaah mengambil posisi untuk beribadah. Namun ada hal yang tidak boleh dilanggar oleh masing-masing jemaah yakni tidak diperbolehkannya tidur di tempat yang telah disediakan untuk shalat Tahajud.

Direktur Departemen Kebersihan Masjid Nabawi Saud bin Abdul Razak Al Aufi menandaskan bahwa, fasilitas yang telah disiapkan oleh pengurus masjid bertujuan untuk menertibkan jemaah dalam peletakkan perlengkapan pribadi mereka, “Lemari kecil ini terdiri dari 3 rak di dalamnya, dengan demikian diharapkan kepada jemaah agar tidak meletakkan barang-barang keperluan pribadi di rak Alquran atau menggantungkan pakaian di dinding masjid,” jelas Al Aufi seperti dilansir dari gph.gov.sa, Sabtu, (25/06/2016).

Untuk dapat terus mengingatkan jemaah, maka di dalam dan di luar Masjid Nabawi  telah  disediakan LCD yang kerap menampilkan tulisan berisi beberapa aturan yang harus ditaati saat melakukan iktikaf di Masjid Nabawi. Pada dasarnya pihak pengurus telah menyampaikan syarat dan aturan iktikaf yang harus dipenuhi beberapa hari sebelumnya.

Penyediaan lemari khusus ini, sejatinya telah disepakati tidak hanya oleh seluruh pengurus Masjid Nabawi namun juga oleh Pengurus Umum Masjid Haramain. Meskipun Masjid Nabawi terletak jauh dari Mekkah namun segala kebijakan yang ditetapkan di Masjid Nabawi selalu berpusat di Masjidil Haram Mekkah. Itulah sebabnya terkadang kegiatan atau fasilitas yang tersedia di Masjidil Haram dilakukan pula di Masjid Nabawi demikian pula sebaliknya, karena kedua masjid suci ini tidak terlepas dari kunjungan jemaah yang melakukan umrah dari berbagai negara. (fh)


Back to Top