Meja Pendaftaran Iktikaf di Masjid Nabawi Makin Ramai Dikunjungi Jemaah

Madinah, (gomuslim). Ada suasana baru yang terlihat di pintu masuk Masjid Nabawi pada 10 hari di akhir Ramadhan. Banyak meja yang dijajarkan serta petugas yang sibuk mencatat nama-nama jemaah. Jemaah yang dicatat namanya merupakan jemaah yang mendaftarkan diri untuk bisa beriktikaf di Masjd Nabawi menjelang akhir bulan Ramadhan tahun ini.

Pada Sabtu, (26/06/2016) pendaftaran secara manual dibuka dan dilakukan oleh otoritas terkait. Menurut Direktur Departemen Penjagaan Pintu Masjid Nabawi Abdul Aziz bin Umair Ar-Radadi, pendaftaran iktikaf secara online telah dibuka sebelumnya namun kali ini pendaftaran manual diadakan sebagai upaya mempermudah jemaah yang berniat untuk melakukan ibadah sunnah ini. “Bagi mereka yang sebelumnya berhalangan atau belum sempat mendaftarkan diri secara online maka dengan adanya cara seperti ini mereka dapat menyusul untuk mendaftar,” jelas Ar-Radadi.

Gagasan mengenai pendaftaran secara manual yang dibuka kemarin ini ternyata banyak mengundang antusias jemaah. Hal ini terlihat manakala meja pendaftaran selalu ramai didatangi oleh jemaah yang ingin mengakhiri ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dengan berdiam diri di dalam masjid sambil memperbanyak ibadah sunnah.  

Sebelumnya pengurus Masjid Nabawi pun telah membuka pendaftaran secara online bagi muslimah yang berminat untuk melakukan iktikaf di masjid yang pernah dibangun oleh Nabi Muhammad SAW ini, tentunya semua hal terkait pendaftaran iktikaf tidak terlepas dari aturan yang mengikat bagi jemaah wanita sama halnya dengan jemaah pria yang beriktikaf. Peraturan ini semata-mata bertujuan untuk menjaga kebersihan masjid agar jemaah lainnya yang hendak melakukan shalat tidak terganggu.

Terkait mekanisme pendaftaran yang dilakukan di depan gerbang masjid, maka jemaah yang berminat dapat langsung mendatangi petugas yang mencatat nama-nama muktakif (orang yang iktikaf) kemudian akan diberikan kartu pendaftaran iktikaf, yang mana pada kartu tersebut terdapat aturan-aturan yang harus diperhatikan bagi setiap jemaah.

hlkhlk

Pintu masuk jemaah yang beriktikaf telah diatur dan dipisah dengan jemaah lainnya, semua ini dilakukan dengan tujuan agar kegiatan ibadah yang dikerjakan oleh jemaah dapat berjalan lancar. Berdasarkan penjelasan Radadi, jemaah yang melakukan iktikaf hanya diperbolehkan melewati Bab Aqiq nomor 11, Bab Umar nomor 18 dan Bab Abu Dzar nomor 32.

Pada dasarnya untuk melakukan iktikaf dalam sebuah masjid tidak perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu, namun apa yang dilakukan oleh pengurus Masjid Nabawi hanyalah untuk mengatur jemaah yang jumlahnya mencapai ribuan orang tiap harinya. Itulah sebabnya iktikaf yang dilakukan oleh jemaah dianggap perlu untuk didata oleh pengurus Masjid Nabawi demi penataan jemaah sehingga suasana kenyamanan di dalam masjid tetap terjaga. (fh/gvh)


Back to Top