Penerbitan Visa Umrah Telah Ditutup

Indonesia Tempati Peringkat Ke-3 Dunia dari 6.393.464 Visa Umrah yang Diterbitkan Tahun Ini

Jeddah, (gomuslim). Kementrian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi menutup penerbitan visa umrah tahun ini. Penutupan ini dilakukan pada Sabtu, (26/06/2016) dan telah tercatat 6.393.464 visa umrah yang dikeluarkan Pemerintah  Arab Saudi untuk jemaah umrah tahun 2016. Kementrian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mencatat adanya peningkatan jumlah jemaah umrah tahun ini sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya.

Sebagaimana yang dilansir oleh beberapa media Timur Tengah, bahwa pada tahun ini angka peningkatan visa umrah sebanyak 444.252 dari tahun lalu yang hanya berada di angka 5.949.212 visa yang telah diterbitkan. Meskipun jumlah visa yang diterbitkan telah mencapai hampir 6,4 juta namun  sampai saat ini lembaga yang mengurusi urusan haji dan umrah di Arab Saudi telah mencatat bahwa baru 5.956.631 jemaah yang telah memasuki negara Arab Saudi. Adapun negara yang paling banyak mengirimkan jemaah umrah tahun ini adalah Mesir, Pakistan dan Indonesia.

Sampai penutupan penerbitan visa pada Sabtu, (26/06/2016), Mesir masih menempati posisi pertama sebagai negara yang paling banyak mengirimkan jemaah umrah dengan diterbitkannya 1.303.068 visa dan yang telah tiba di Arab Saudi tercatat sebanyak 1.252.000 dari angka ini dinyatakan telah terjadi peningkatan jumlah visa umrah untuk Negara Mesir sebesar 17%. Kemudian disusul oleh Negara Pakistan dengan jumlah 991.337 visa.

Jika dibanding tahun lalu, jumlah visa jemaah umrah Pakistan mengalami peningkatan sebanyak 287.824 visa hal ini mengakibatkan peningkatan sebesar 29%. Kemudian pada peringkat ketiga ditempati Negara Indonesia dengan jumlah 699.612 visa umrah, untuk tahun ini jumlah visa jemaah umrah Indonesia meningkat 7,2 persen dibanding tahun lalu. Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar di dunia belum menempati posisi pertama untuk jumlah jemaah umrah terbanyak di tahun ini. Namun pada pengiriman jemaah haji, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang paling banyak mengirimkan jemaahnya terlebih jika tidak ada pembatasan kuota haji.

Pada sisi lain, pemerintah Arab Saudi pada visi 2030 menargetkan bahwa negaranya menjadi destinasi wisata pada 2 dekade ke depan, namun program tersebut sudah mulai direncanakan dari sekarang. Hal ini disebabkan negara yang kaya minyak tersebut tidak lagi menjadikan emas hitam sebagai komoditas utama peningkat devisa negara. Angka yang hampir mencapai 6,4 juta pengunjung lewat kegiatan umrah pada tahun ini, merupakan angka yang besar dan sangat berpengaruh bagi sektor pariwisata serta industri yang terkait dengannya. Oleh sebab itu industri pariwisata diharapkan menjadi sumber pendapatan negara yang utama bagi Arab Saudi. (fh/almadina/alarabiya)


Back to Top