Merger Bank-Bank Syariah Untuk Mewujudkan Induk Bank Syariah Nasional

Jakarta, (gomuslim). Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) lalu, beliau pernah merencanakan untuk menjadikan Bank Syariah Mandiri sebagai induk perbankan syariah nasional. Tujuannya tak lain dan tak bukan ialah untuk mengokohkan keberadaan bank syariah dengan modal yang kuat dan dapat bersaing dengan bank-bank konvensional lainnya. Meskipun pasca lengsernya SBY rencana itu telah menjadi angin lalu, namun kini harapan itu mulai muncul kembali. Pemerintah melalui Kementrian BUMN berencana akan menggabungkan dua bank syariah untuk membentuk bank BUMN syariah.

BUMN sendiri saat ini telah memiliki empat bank syariah nasional dengan sepak terjangnya yang berbeda-beda. Bank Syariah Mandiri saat ini masih berada diurutan teratas dalam segi aset, disusul BNI syariah, BRI syariah, dan BTN syariah. Isu merger atau penggabungan bank syairah milik BUMN untuk kemudian mendirikan bank BUMN syariah sebetulnya telah menggaung keras pada awal-awal 2015 lalu. Namun, dengan berbagai alasan, salah satunya soal skema penggabungan bertahap yang menitikberatkan pada terjaminnya kualitas dinilai sebagai penghalang percepatan penggabungan bank-bank BUMN syariah. Sejak dicanangkan pada 2015 lalu, sinergitas guna membangun bank BUMN syariah direncanakan akan rampung 3-4 tahun sejak tanggal pertama kali dicanangkan dan masuk dalam kajian OJK.

Kesiapan pemerintah dan bank-bank syariah itu sendiri memang mutlak dibutuhkan sebelum penggabungan benar-benar terjadi. Maka dari itu, semua bank harus dalam kondisi economy skill yang baik. Jangan sampai ketika digabung malah lebih kecil. Dan indikator siapnya entitas untuk digabungkan yakni rasio permodalan, laba, pembiayaan, dan NPF

Jika opsi merger terealisasi, bank syariah tersebut bakal memiliki 26.000 karyawan atau setara dengan jumlah pekerja di bank dengan aset terbesar ke-5 di Indonesia. Saat ini, pemerintah sudah pada tahap mencari investor untuk mewujudkan rencanan pendirian bank BUMN syariah. Meskipun dengan masuknya investor, pemerintah tetap menginginkan sebagai pemegang saham mayoritas dari bank BUMN syairah tersebut.

Perbankan syariah di Indonesia memang sangat membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah dalam bentuk suntikan modal dalam jumlah besar agar dapat bersaing dengan bank-bank konvensional dalam memberikan kredit kepada masyarakat, korporasi, maupun kepada yang lain-lainnya. Dengan rencana merger tersebut, nantinya diharapkan bank BUMN syariah bisa memiliki modal menjadi ratusan triliun. Terkait, pendanaan terhadap bank-bank syariah, sebetulnya pemerintah telah melalui pihak-pihak terkait telah menawarkan bank-bank syariah untuk dibantu dalam hal permodalan. Namun, terkadang bank syariah itu sendirilah yang menolak. Seperti terkesan hanya bisa meminta suntikan modal dan ketika ditawari modal, bank-bank syairah justru mengaku belum siap dan membutuhkan kajian yang lebih mendalam lagi dari para ahlil. (alp/dbs)

 


Back to Top