Chahida Chekkafi

Wasit Berhijab Yang Terselip dalam Pembahasan Piala Eropa 2016

Jakarta, (gomuslim). Di tengah pembicaraan Piala Eropa 2016, ada pembahasan Netizen di tanah air yang menarik di bulan Ramadhan ini, yaitu tentang seorang gadis Italia berhijab yang memimpin sebuah pertandingan dan pembicaraan tentang skor Italia Vs Spanyol 2-0 dalam Piala Eropa malam Senin, (27/06/2016). Hangatnya pembahasan masih berlangsung hingga Selasa (28/06/2016).

 

Muslimah yang sedang menjadi pembicaraan di sela Piala Eropa itu adalah Chahida Chekkafi, seorang gadis Italia berdarah Maroko yang menjadi wasit pada pertandingan tim laki-laki dalam liga junior antara San Luigi lawan Karimou Stradevar, di Utara Italia. Ia merumput sejak tahun lalu dalam usia belia 16 tahun dan saat ini dalam usia matangnya ke-18 tahun, debutnya sebagai wasit makin moncer.

Berdasarkan laporan Marocco World News, Chekkafi lahir dan tumbuh besar di Italia, dari seorang Ibu dari Maroko. Aksinya memimpin pertandingan sepak bola di Italia sempat menjadi headline media-media setempat.  Salah satu ulasan Koran ternama Corriere Della Sera membahas hal ini dalam artikel di halaman pertama.  Menariknya, Presiden Asosiasi Wasit Italia Marcello Nicchi menyambut positif dan  mendeskripsikan Chekkafi sebagai ‘gadis muda pemalu namun bertalenta dan punya tekad’.

 Banyak harapan disampaikan Netizen, antara lain ada yang menyatakan bahwa tak menutup kemungkinan suatu saat, Chahida Chekkafi akan menjadi seorang wasit ternama di liga Serie A.

Parasnya terkesan lemah lembut dan santun, namun dengan talenta dan ketegasannya ia membuktikan pada dunia bahwa meski tetap mengenakan jilbab dia sanggup tampil sebagai seorang wasit di liga sepakbola Italia. Bekerja profesional tanpa perlu meninggalkan perintah agamanya.

Chahidah memang bukan pemain sepak bola, tetapi kehadiran wasit wanita berhijab ini akan mereduksi aturan deskriminatif laranangan pemain olahraga berhijab. Sepak bola sudah menjadi olahraga dunia sehingga seharusnya sepak bola dapat diakses siapapun yang menginginkannya. Cabang olahraga lain seperti rugby dan taekwondo.

Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasionak (IFAB)  yang merupakan badan pembuat aturan sepak bola mengakui ada aturan larangan pemain berhijab, namun atas masukan berbagai pihak, sedang diupayakan revisinya. Penampilan Chahidah sebagai wasit pertama berhijab merukan pembuka kesempatan lain wanita di sektor publik tidak lagi dipandang sebelah mata. (mm/bbs)


Back to Top