Fashion Muslimah di Tiongkok: Antara Eksportir dan Importir Terbesar di Dunia

Jakarta, (gomuslim). Indonesia saat ini, memang diakui dunia sebagai negara pengekspor produk-produk fashion syar’i terbesar di dunia. Jangkauan pasar ekspor produk-produknya pun tak main-main, menembus pasar Amerika Serikat, Jerman, Arab Saudi, Kuwait, Tiongkok, bahkan kota mode nomor wahid dunia Italia pun berhasil ditembus oleh produk-produk fashion syar’i asal Indonesia. Khusus untuk Tiongkok, pada umumnya etnis muslim di sana yang mayoritas berasal dari etnis Uighur (keturunan bangsa Turki), pashmina sebagai bagian dari produk fashion syar’I juga sudah bertahun-tahun menjadi favorit para hijabers muslim Tiongkok. Adalah pashmina berbahan katun yang menjadi favorit hijabers di sana karena nyaman dipakai dan mudah dikreasikan. Begitu juga untuk para pekerja, pashmina menjadi andalan karena bisa diajak untuk penampilan kasual dan formal.

Meskipun dalam beberapa tahun belakangan sempat terjadi ketegangan antara kaum muslim, mulai dari ketegangan antara kaum muslim dengan pemerintah propinsi Xinjiang, muslimah di Kashgar dengan pemerintah setempat atas kontroversi kampanye “proyek cantik”, hingga diskriminasi partai berkuasa terhadap muslimah sebagai bentuk pelanggaran HAM yang memalukan di negeri sebesar Tiongkok, faktanya perkembangan fashion syar’I di Tiongkok berada dalam posisi yang menggembirakan.

Hingga tahun ini saja, Tiongkok masih menduduki posisi puncak untuk daftar eksportir fashion muslimah  terbesar dengan nilai transaksi hingga 28,629 juta dolar AS. Selain mengeskpor produk-produk busana muslimah, Tiongkok juga menjadi salah satu tujuan ekspor produk-produk fashion syar’i terbesar Indonesia yang menandakan tingginya animo masyarakat terhadap produk tersebut.

Sejalan dengan hal itu, sejak kematian Mao Zedong, kaum Muslimin di Tiongkok mulai diizinkan menunaikan ibadah haji, mendirikan masjid, dan membuka sekolah Islam. Maka tak mengherankan bila saat ini diperkirakan jumlah umat Muslim di sana mencapai 21,6 juta jiwa. Cukup besar bila dibandingkan dengan Amerika dan Kanada yang luas wilayahnya tak kalah besar dengan Tiongkok.

Dan dari 21,6 Juta jiwa itu, menurut survey Islam memiliki jumlah pengikut terbesar di antara warga Tiongkok di bawah umur 30 tahun, melampaui pengikut Buddha dan Katolik di negara tersebut. Survei yang dirilis oleh National Survei Research Center (NSRC) di Renmin University of China itu berdasarkan wawancara dari 4.382 di lokasi keagamaan di 31 daerah yang dikumpulkan dalam kurun waktu 2 tahun. (alp/dbs)


Back to Top