Ratusan Ribu Jemaah Padati Masjidil Haram di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Mekkah, (gomuslim). Menjelang akhir Ramadhan tahun ini, Masjidil Haram tetap terlihat ramai pasalnya ratusan ribu jemaah dari dalam dan luar Arab Saudi rindu untuk melaksanakan shalat tarawih dan shalat tahajjud di Masjidil Haram khususnya di akhir-akhir Ramadhan tahun ini. Semua petugas Pemerintahan Daerah dilibatkan langsung oleh Pemerintah Pusat guna memberikan pelayanan terhadap jemaah di Masjidil Haram.

Pegawai Pemerintahan Daerah ini ditugaskan langsung oleh Raja Salman selaku penguasa Arab Saudi yang diikuti oleh semua putra mahkota kerajaan sebagai pengawas kinerja mereka, hal ini dilakukan demi terwujudnya kemudahan dan terciptanya rasa aman dan nyaman dalam beribadah di dalam Masjidil Haram.

Intensitas pelayanan jemaah yang diinstruksikan terhadap tamu Allah, meliputi persoalan penginapan, ketersediaan bahan pangan, kelancaran perjalanan, keamanan, kebersihan, perawatan gedung, petugas kesehatan, kenyamanan lingkungan tempat tinggal para jemaah umrah dan juga para pengunjung Masjidil Haram.

Demi tercapainya program ini maka perlu ada kerjasama antara pegawai pemerintah dengan Yayasan Pengurus Masjid Haramaian untuk melibatkan setiap departemen terkait. Demi terciptanya situasi yang kondusif, jemaah dilarang duduk di jalan yang dilalui jemaah lainnya demi kelancaran aktivitas ibadah di dalam Masjidil Haram. Kemudian dibuat pula aturan dilarang masuk Masjidil Haram ketika jemaah telah menyelesaikan shalat tarawih dan keluar dari masjid, hal ini diberlakukan demi menghindari potensi munculnya insiden.

Keamanan jemaah yang beribadah di 10 hari terkahir di bulan Ramadhan ini merupkan hal yang paling diutamakan bagi para petugas yang bertugas baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi. Dengan demikian diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga jemaah dapat melaksakan ibadahnya dengan lancar tanpa ada halangan yang mengganggu. Karena itu selain mengintensifkan penjagaan, Pemimpin Kota Mekkah pun telah menyediakan sarana untuk peristirahatan jemaah yang di dalamnya telah tersedia tempat penjualan makanan untuk buka puasa atau untuk sahur pada malam hari Ramadhan.

Dinas Kesehatan Kota Mekkah turut andil dalam mengambil peran sebagai tenaga medis jika ditemukan jemaah yang membutuhkan pertolongan medis, karena diprediksi Masjidil Haram akan ramai mendekati Hari Raya Idul Fitri, khususnya area di dalam masjid yang tentunya jauh lebih padat dengan area luar masjid. Karena diprediksi jemaah di luar Mekkah yang pada awal Ramadhan melakukan ibadah shalat tarawih di Masjidil Haram, maka ada kemungkinan mereka akan datang lagi pada akhir Ramadhan.

Berkenaan dengan itu, pada awal Ramadhan  jumlah transportasi dari dan ke Masjidil haram telah mencapai angka tiga juta, tingginya lalu lintas kendaraan tersebut tentu berdampak positif bagi para sopir kendaraan di sana. Kemudian pada aspek lainnya, pendapatan daerah khususnya Mekkah dan Madinah juga akan meningkat seiring meningkatnya jumlah jemaah yag mengunjungi dua masjid suci.

Sebagaimana yang disiarkan oleh media Timur sebelumnya bahwa, jumlah visa yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi pada musim tahun ini hampir mencapai 6,4 juta visa dan sudah berkunjung ke Tanah Suci sebanyak 6 juta jemaah. Dengan angka yang begitu besar tentunnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, oleh karenanya pelayanan jemaah yang merupakan jemaah mancanegara perlu untuk diperhatikan dan sudah merupakan suatu hal wajar jika keamanan dan kenyamanan dijadikan prioritas utama dalam hal pemberian pelayanan kepada para jemaah umrah di musim ini. (fh/albilad)


Back to Top