Halal Food

Jadi Perhatian Publik, Resto Ini Gratiskan Makanan Saat Jam Buka Puasa

Washinton, (gomuslim). Tak jauh berbeda dengan Indonesia, di Amerika Serikat (AS) ketika bulan Ramadhan, banyak restoran-restoran halal yang tetap buka sampai adzan subuh tiba. Dengan budaya kaum urban yang cenderung menginginkan hal-hal praktis, termasuk dalam makanan, restoran-restoran halal di AS selalu ramai dikunjungi para pemburu makanan untuk santap sahur. Salah satunya restoran-restoran yang ada di kota Arlington, daerah pinggiran negara bagian Washington DC, AS.

Selain status sebagai kota dengan konsentrasi penduduk muslim terbanyak kedua di AS setelah kota Detroit, di negara bagian Michigan, Washington DC juga menyandang status sebagai kota dengan restoran halal terbanyak seantero AS dengan jumlah sekitar 130 restoran. Salah satu yang paling popular adalah restoran Ravi Kabob yang menjual masakan khas Pakistan. Restoran halal ini, selain diburu oleh warga keturunan Pakistan, juga diburu oleh hampir seluruh etnis yang ada di Amerika, seperti Afrika, Amerika, Asia, Timur Tengah, dan lain sebagainya, khususnya pada jam makan malam. Adapun menu yang paling dicari pelanggan di sini adalah Karahii (gulai tanpa santan), ayam tandori, dan kebab khas tradisional Pakistan, baik dengan daging kambing maupun sapi.

Sejak dibuka pada tahun 1997, restoran halal ini selalu sibuk melayani warga selama bulan Ramadhan. Selain itu, restoran ini juga selalu menyediakan menu berbuka puasa gratis tanpa batas bukan hanya untuk kalangan muslim saja, melainkan juga kalangan lain yang ada di AS. Para pengunjung pun cukup antusias menyambut kegiatan berbuka puasa gratis di restoran ini. Sebagian dari mereka cukup senang bahwa mereka bisa merasakan suasana Ramadhan dengan kegiatan berbuka puasa tersebut meskipun mereka bukanlah penduduk muslim.

Dengan populasi muslim sebanyak 5 Juta yang tersebar hampir di seluruh penjuru AS, industry makanan halal kini menjadi sebuah tren baru dalam dunia bisnis makanan cepat saji yang menjanjikan prospek cerah. Penggemarnya pun tak datang hanya dari kalangan muslim saja, tetapi juga dari kalangan lain sebagaimana yang terjadi di restoran Ravi Kabob asal Pakistan.

Daerah-daerah lainnya, seperti negara bagain Minnesota, New Jersey, dan sebagian besar Amerika bagian Utara, restoran-restoran di sana juga menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai komunitas muslim, seperti muslim yang berasal dari Somalia, India, Pakistasn, Indonesia, Malaysia, dan lain-lainnya. Umumnya, mereka  berjumpa di restoran-restoran pada saat menjelang waktu berbuka puasa mengingat tahun ini, Ramadhan jatuh di musim panas, yang menyebabkan orang-orang berpuasa sepanjang 17 hingga 18 jam, sehingga mencari makanan siap saji adalah salah satu cara terbaik dalam menyikapinya. (alp/dbs)

 

 


Back to Top