Jadi Solusi, Obligasi Syariah Makin Dilirik Investor

Jakarta, (gomuslim). Dalam ekonomi Islam, terdapat beberapa instrumen-instrumen kuangan syariah, di antaranya ialah reksa dana syariah, perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, hingga surat berharga syariah negara (SBSN) atau yang baisa disebut sukuk. Sukuk sendiri berasal dari bahasa arab yaitu sak (tunggal) dan sukuk (jamak) yang memiliki arti mirip dengan sertifikat atau note. dalam pemahaman praktisnya, sukuk merupakan bukti (claim) kepemilikan.

Terkait sukuk, baru-baru ini berencana menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara seri SPN-S 29122016 (New Issuance), PBS006 (Reopening), PBS009 (Reopening), PBS011 (Reopening) dan PBS012 (Reopening) pada Selasa, (28/06/2016), melalui keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Dengan respon yang tinggi, pemerintah memprediksi bahwa jumlah penawaran yang masuk berkisar antara Rp5 triliun- Rp10 triliun dengan jumlah penawaran terbesar masih akan didapati pada Project Based Sukuk Seri PBS009.  Pelaksanaan lelang tersebut merupakan lelang SBSN terakhir di kuartal II tahun 2016, dimana hingga lelang Surat Utang Negara pada tanggal 21 Juni 2016, pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp113,24 triliun.

Di Indonesia, saat ini sukuk mulai banyak dilirik oleh banyak investor mengingat Indonesia adalah  tempat cocok untuk jadi pusat pembiayaan dari sukuk dengan segala kelebihan komunitas Muslimnya, yang berjumlah kurang lebih 250 Juta jiwa. Dengan memaksimalkan potensi pasar di Indonesia saja, sebetulnya para investor tidak perlu lagi mencari tempat untuk berinvestasi saking besarnya potensi keuangan syariah dalam hal ini obligasi syariah di negeri ini.

Peran pemerintah untuk aktif di pasar sukuk global dan menciptakan acuan, karena sebelumnya korporasi tak punya acuan, sehingga tidak ada gambaran biaya bagi calon penerbit sukuk, dinilai telah membuka jalan bagi korporasi untuk ikut berandil di dalamnya. Lebih dari itu, imbal hasil sukuk global Indonesia yang berkisar tiga hingga lima persen mendapatkan nilai yang cukup bagus oleh para pengamat, selain juga investor selalu akan melihat siapa penerbitnya.

Berbicara sukuk di pasar global, tercatat total emisi sukuk internasional berkembang pesat dari tahun ke tahun. jumlah dan jenis instrumen sukuk pun juga terus berkembang, dari semula hanya dikenal sukuk al ijarah berkembang menjadi 14 jenis sukuk sebagaimana ditetapkan oleh The Accounting and Auditing Organization of Islamic Financial Institutions (AAOIFI). adapun investor sukuk, tidak lagi hanya terbatas pada investor islami, karena pada saat ini sebagain besar investor sukuk justru merupakan investor konvensional. (alp/dbs)

 


Back to Top