Tingkatkan Eskpor Halal Food dan Fashion Syar'i untuk Lunasi Hutang

Jakarta, (gomuslim). Pemerintah harus memanfaatkan segala hal yang memungkinkan untuk bisa dimanfaatkan selain harus meningkatkan pajak yang justru membebani masyarakat bila tidak ingin default dikemudian hari. Terlebih dalam mempersiapkan diri mengadapi siklus tahunan krisis ekonomi setiap sepuluh tahun yang dialami dunia sejak 1998 dan 2008 lalu. Langkah itu bisa saja dimulai dengan mengambil keuntungan permintaan pasar terhadap besarnya kebutuhan industry syariah, seperti makanan halal dan fashion syar’i.

Sebagaimana yang sudah mashyur diketahui masyarakat, Indonesia masih sangat tertinggal jauh dari pemerintah Tiongkok dan India dalam mengambil besarnya permintaan halal food di berbagai negara, khususnya Asia-Pasifik. Padahal produk-produk halal food produksi Indonesia lebih bnayak diminati dari pada produk-produk lainnya sebagaimana produk-produk fashion syar’i yang huga banyak dicari walaupun produk-produk fashion dari Tiongkok jauh lebih murah dibanding produksi dalam negeri.

Akan tetapi, karena produktifitas yang lemah dengan dukungan yang seadanya dari pemerintah plus carut marut regulasi, Indonesia sementara ini masih hanya sebagai penonton yang asik menonton kemeriahan perdagangan halal food dan fashion syar’i lintas negara. Padahal, dengan memaksimal salah satu dari keduanya atau memaksimalkan kedua-duanya, Indonesia bisa lebih baik ari yang sekarang ini. Dari potensi halal food saja, Tiongkok sudah menargetkan pendapatan sebesar USD1,6 triliun pada beberapa tahun ke depan. Adapun fashion syar’i, Tiongkok mencetak nilai transaksi hingga 28,629 juta dolar AS. Cukup besar bukan?

Dengan potensi ekonomi yang besar ditambah sumber daya alam yang melimpah, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara super power layaknya Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai negara super power pendatang baru. Namun, saat ini faktanya sangat jauh dari harapan. Indonesia pada saat ini masih memiliki hutang luar negeri sebesar kurang lebih 4.000 triliun. Pertanyaannya, apa yang pemerintah bisa lakukan untuk membayar bunga hutang plus hutang tersebut dengan defisit anggaran yang terus-menerus terjadi di setiap tahunnya? Beberapa ahli menyebutkan bahwa pemerintah harus menghemat sambil harus meningkatkan pendapatan negara mengingat APBN setiap tahunnya selalu jebol.

Maka dari itu, pemerintah diharapkan harus melompat lebih jauh untuk mengejar ketertinggalan degan memanfaatkan seluruh potensi yang ada, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya. Bila hanya berlari, negara lain pun juga sedang berlari saat ini. Bila kita berjalan, maka negara lain akan tetap terus berlari. Namun, jika negara lain terus berlari, berpacu dengan waktu dan disaat yang bersamaan kita melompat, maka lama kelamaan Indonesia akan menyamai nbahkan melewati prestasi negara-negara lain. (alp/dbs)


Back to Top