Selain Asykar, Petugas Ini Paling Ditakuti di Saudi

Mekkah, (gomuslim). Selama ini jemaah haji dan umrah dari Indonesia hanya mengenal ‘asykar’ atau polisi lokal Saudi, namun bagi masyarakat di Saudi, ada lagi istilah yang bikin merinding setiap mendengarnya, yaitu muthawwa. Media-media di Eropa dan Amerika menyebut Saudi Religious Police atau semacam polisi syariah. Petugas ini merupakan sosok yang ditakuti karena ketegasan dan tindakan tanpa kompromi mereka dalam mengawasi aktivitas warga sehari-hari, terutama eksekusi tegas bagi pelanggar aturan.

Muthawwa dibentuk pada awal tahun 1980-an oleh Komisi untuk Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (Haia Amar Ma’ruf Nahi Munkar) . Pemerintah Saudi percaya bahwa pembentukan lembaga tersebut merupakan  tanggung jawab Saudi untuk mempertahankan standar Islam di masyarakat; mengatur dan menegakkan Hukum Syariah pada semua warga negara tanpa pengecualian.

Komite bertanggung jawab mengatur moralitas Islam dalam masyarakat, termasuk  membantu keamanan individu dari  kegiatan yang melanggar nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Demikian dilansir jafrianews.com.

Organisasi ini saat didirikan beranggotakan sekitar 3500-4000 muthawwa  yang berpatroli di seluruh kota  dan di setiap waktu. Tugas mereka adalah untuk menegakkan Syariah Hukum Islam seperti yang didefinisikan di Arab Saudi, dapat dijalankan di tengah masyarakat. Petugas ini semacam polisi syariah.

 

Identifikasi Pakaian

Jika Asykar mudah dikenali karena berseragam semi militer, Muthawwa  mengenakan gamis putih yang panjangnya tidak melebihi pergelangan kaki. Mudir atau pimpinan mereka biasanya mengenakan jubah cokelat keemasan. Ini pakaian yang secara umum dikenakan rakyat Saudi, namun petugas ini memiliki ciri khusus.

Mereka biasanya memiliki jenggot panjang, berkeliaran dalam kelompok dengan dua orang atau bahkan lebih untuk mendapatkan lebih banyak faktor intimidasi. Muttawa biasanya memiliki buritan, ekspresi yang menakutkan di wajah mereka dan amat jarang tersenyum. Muttawa kadang membawa tongkat untuk memukul kaki wanita atau pria jika berperilaku tidak benar atau berpakaian tidak sopan.

Mereka memiliki wewenang untuk menangkap siapa saja yang kedapatan melakukan kegiatan seperti prostitusi, tindakan homoseksual, laki-laki  bukan mahram yang bersosialisasi dengan perempuan, percabulan, menjual atau membeli makanan haram dan patrol penutupan toko selama waktu sholat.

Kasus yang Ditangani

Tahun lalu, lebih dari 76% kasus yang diadukan Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, sering disebut sebagai ‘Haia’ adalah Warga Arab Saudi  dalam kasus berhubungan dengan sholat, baik aktivitas yang berkaitan dengan waktu shalat atau kegiatan apapun selama sholat.

24%  kasus merupakan masalah moral, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Hukum Syariah Saudi. Sedang  24% nya sebagai berikut; 12,11%   kasus berkaitan dengan sikap perilaku, 2,69 persen dari kasus berkaitan  masalah bisnis. 11,8% berkaitan kenakalan di tempat umum dan selainnya adalah kasus tentang perdagangan minuman keras dan publikasi   sastra anti syariah.

Sheikh Abdulrahman bin Abdullah Al-Sanad, Ketua Haia Amar Ma’ruf Nahi munkar, telah meluncurkan program pelatihan bagi karyawan di seluruh Kerajaan untuk tahun mendatang. Al-Sanad mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dari semua karyawan, dan itu akan menargetkan 17.600 peserta, dengan fokus pada hukum Islam, pekerjaan lapangan, peraturan dan praktik administrasi.

Komisi juga telah membentuk unit untuk memerangi informasi kejahatan teknologi di masing-masing cabang, yang dihubungkan langsung ke kantor pusat. Ini akan menangani keluhan dan melakukan penyelidikan dengan instansi pemerintah lainnya.

'Haia' juga telah membentuk unit untuk memerangi pemerasan dan tidak kriminal lain, terutama untuk menghormati tamu-tamu Allah selama haji dan umrah, agar terhindari dari gangguan mereka yang tidak bertanggung jawab. Tugas Muthawwa memang tidak saja seperti polisi syariah, bahkan mirip 'intelejen plus' dalam mengantisipasi dan menindak pelanggaran. (mm/bs)


Back to Top