Bahkan Tisu Makan Halal Pun Segera Diluncurkan

Jakarta, (gomuslim). Industri syariah kini mulai merambah ke sektor lain. Setelah sebelumnya halal food, fashion syar’i, perbankan, asuransi, penginapan, baru-baru ini sebuah perusahaan mencetuskan ide untuk membuat tisu makan dengan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ide ini dinilai baik dan brillian dalam melihat peluang pasar Indonesia dengan culture masyarakat yang masih sedikit tradisional dalam memberikan suatu pandangan terhadap sebuah produk.

Populasi penduduk muslim yang mencapai angka 85 persen dari total penduduk, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi perekonomian terkuat di dunia, baik melalui produk-produk syariah maupun non-syariah. Dengan daya beli yang tinggi serta perputaran uang cepat, tentu itu akan menciptakan berbagai hal positif dalam menuju Indonesia sejahtera.

Ide membuat tisu bersertifikat halal MUI sendiri diinisiasi oleh perusahaan tisu ternama di Indonesia dan dunia, Asia Pulp and Paper (APP) yang tergabung dalam group Sinarmas. Pencetusan ide ini dilatar belakangi oleh perkembangan tren di masyarakat yang mulai membudayakn tisu sebagai kebutuhan, mulai dari tisu wajah, tisu makan, tisu penyerap minyak goreng, tisu basah, hingga tisu untuk kebutuhan di kamar mandi. Khusus untuk tisu konsumsi, tentu Indonesia merupakan negara yang tepat untuk menerapkan tisu bersertifikat halal MUI.

Meskipun tisu halal ini belum mendapatkan perhatian tersendiri dari masyarakat dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan, akan tetapi jika melirik ke negara-negara tujuan ekspor perusahaan tisu Asia Pulp and Paper ini, hanya Indonesia yang belum menerapkan standar tisu halal untuk keperluan dalam negeri. Karena, tanpa sertifikasi halal pun sebetulnya tisu untuk konsumsi tetap bisa higienis dan bermutu dengan melewati sertifikasi food grade.  "Sebetulnya sampai saat ini belum ada kewajiban dari Kementerian Kesehatan untuk ada standar halal bagi tisu. Namun mengingat standar halal bagi makanan perlu diadakan, maka kami sedang berbicara dengan MUI untuk menginisiasi standar halal bagi industry tisu secara keseluruhan di Indonesia," ujar Widianto, Kepala Divisi Tisu APP untuk Regional Korea dan Asia Tenggara pada (30/06/2016).

Untuk produk syariah sendiri, sebetulnya pemerintah telah mengeluarkan rancangan peraturan pemerintah atau RPP tentang jaminan produk halal yang merupakan turunan Undang-Undang (UU) no 34/2014 tentang Jaminan Produk Halal. Adapun Beberapa poin penting rencana peraturan yang diamanatkan UU paling lambat keluar tanggal 17 Oktober 2016 itu berisi: semua produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di Indonesia, wajib bersertifikat halal. Jika tidak, produk itu wajib ditarik peredarannya. Permasalahannya adalah, pengertian produk syariah sebagaimana yang tersebut di atas yang belum mendetail betul membuat sebagian perusahaan kebingungan terhadap status perusahaannya. seperti perusahaan tisu tersebut.

Walau bagaimanapun juga, dengan label halal yang tertera pada tisu makan, diharapkan masyarakat lebih peka lagi terhadap sesuatu yang berkenaan langsung dengan masyarakat itu sendiri, seperti tisu untuk keperluan konsumsi ini. Tercantumnya label halal sudah pasti memberikan rasa aman kepada masyarakat mengingat standarisasi halal harus melewati proses panjang dan ketat, selain harus melewati standarisasi produk oleh pihak terkait selain MUI. (alp/dbs)

 


Back to Top