Makin Kompetitif, Jadi Bankir Syariah Kian Sulit

Jakarta, (gomuslim). Pertumbuhan baik perbankan syariah rupanya telah memicu minat para lulusan baik ekonomi maupun non ekonomi untuk berkarir di bank syariah. Tentu saja, dengan perkembangan yang baik pula, profesi bankir syariah sangat dibutuhkan. Selain itu, dengan bergelut di bidang syariah, biasanya para pekerja itu kerap kali ditawarkan menjadi pimbicara di sebuah forum syariah, atau kuliah umum tentang ekonomis syariah, moneter syariah, dll.

Namun, rupanya dengan keahlian sarjana ekonomi syariah yang masih terbatas dan stigmatisasi masyarakat yang masih condong ke lulusan ekonomi konvensional, membuat sarjana lulusan ekonomi syariah belum mendapatkan tempat khusus di dalam dunia kerja. Hal itu kemudian diperparah oleh sistem rekrutmen perbakan syariah itu sendiri yang masih memprioritaskan sarjana atau tenaga ahli lulusan non ekonomi syariah, mulai dari keuangan syariah, perbankan syariah, dan bahkan pasar modal masih mayoritas bukan dari sarjanan lulusan ekonomi syariah. Padahal, Ada 160 perguruan tinggi di negeri ini  yang menawarkan 220 prodi ekonomi syariah dengan jumlah lulusan yang cukup banyak pula di setiap tahunnya.

Hal ini tentu menjadi perkejaan rumah yang harus segera diselesaikan. Sejauh ini pemerintah telah mengusahakan agar sarjana lulusan ekonomi syariah dapat bersaing dengan sarjana lulusan ekonomi konvensional. Mulai dari sertifikasi profesi ekonomi syariah, memperbanyak forum syariah, peningkatan materi-materi perkuliahan tentang ekonomi syariah, dan lain sebagainya.

Menurut data OJK sendiri menjelang pertengahan tahun 2016, SDM yang terlibat di industri perbankan syariah terus meningkat. Jumlah pekerja bank umum syariah (BUS) mencapai 41.393 orang di akhir 2014, meningkat menjadi 51.413 orang pada akhir 2015 dan menjadi 50.732 orang pada menjelang pertengahan 2016.

Adapun jumlah pekerja di unit usaha syariah (UUS) bank mencapai 4.425 orang pada akhir 2014, menjadi 4.403 orang pada akhir 2015 dan meningkat menjadi 4.357 orang pada menjelang tahun 2016. (alp/dbs)

 

 


Back to Top