Mesjid Nabawi Terlihat Berantakan

Kurang Tertib, Jemaah Iktikaf Lakukan Pelanggaran Aturan Masjid Nabawi

Madinah, (gomuslim). Jemaah iktikaf Masjid Nabawi makin ramai di akhir bulan Ramadhan tahun ini, sebelumnya mereka harus mendaftar dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. Namun hingga memasuki hari ke-24 Ramadhan tahun ini, Masjid Nabawai terlihat seperti tidak teratur dan terkesan berantakan. Padahal setiap harinya tidak kurang dari 200 orang bertugas membersihkan dan merawat bagian dalam masjid.

Pemandangan yang tak sedap dipandang itu, bukan karena ketidakpedulian petugas kebersihan melainkan jemaah yang beriktikaf di dalam masjid tidak mengindahkan aturan yang telah ditetapkan. Pengurus masjid telah memberikan himbauan terkait aturan yang berlaku selama menjalankan iktikaf di dalam masjid ini, namun faktanya ditemukan beberapa jemaah yang meletakkan pakaian dan barang-barang pribadi lainnya di sembarang tempat.

Pada dasarnya fasilitas dan tempat peristirahatan bagi jemaah yang beriktikaf telah disediakan khusus, sehingga jemaah tidak ada yang tidur di tempat yang dilalui oleh orang yang hendak shalat Tahajjud. Namun berdasarkan informasi yang dilansir dari Shahifah Al Madina, jemaah tersebut justru tidur di tempat yang dilalui oleh orang  yang hendak melaksanakan shalat. Hal ini tentunya sangat mengganggu aktifitas ibadah jemaah lain. Tidak hanya itu, lemari kecil yang telah disediakan oleh pengurus masjid pun seolah tidak berguna, pasalnya lemari yang disediakan itu bertujuan untuk menempati pakaian atau barang-barang  lainnya agar keindahan dan kerapian masjid tetap terjaga namun pada kenyataannya, jemaah justru tidak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Mereka meletakkan baju di sembarang tempat, bahkan ada yang menggantungnya di tiang-tiang masjid serta meletakkan tas di atas rak Alquran. Tindakan mereka ini banyak menuai protes dari jemaah lainnya. Seorang warga Saudi bernama Isa Umar yang sedang berada di Masjid Nabawi mengungkapkan kekecewaannya atas apa yang telah terjadi di dalam masjid suci ini.

 “Iktikaf di Masjid Nabawi adalah suatu perkara yang sangat besar keutamaannya terlebih di 10 hari terakhir di bulan ramadhan, namun kekacauan telah terjadi ketika jemaah yang iktikaf mengabaikan fasilitas yang telah disediakan karena tindakan tersebut mengganggu jemaah lainnya hendak shalat. Mereka tidur di  barisan shalat tanpa memperhatikan kepentingan jemaah lainnya yang ingin shalat,” ujar Isa Umar.

ladjlajfl

Kebanyakan jemaah yang terganggu dengan kondisi seperti ini berharap agar otoritas terkait melakukan pengawasan yang intensif dan menegur mereka yang telah melanggar aturan iktikaf. Sejatinya Masjid Nabawi bukanlah milik bangsa atau wilayah tertentu tetapi masjid ini adalah wakaf milik umat Muslim sedunia, karena itu seyogyanya dalam beriktikaf tidak mengganggu kenyamanan jemaah lain yang juga hendak beribadah. (fh)


Back to Top