Puncak Kepadatan Masjidil Haram, Malam Jumat Terakhir dan Malam 27 Ramadhan

Mekkah, (gomuslim). Sumua umat Islam di seluruh jagad ini berharap berjumpa malam seribu bulan, terlebih perjumpaan itu terjadi di tempat yang pahalanya dilipatkan lagi hingga 100 ribu keutamaan. Oleh karena itu, pada malam Jumat terakhir di bulan Ramadhan 1437 H ini dan malam 27 Ramadhan, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Masjidil Haram Mekkah untuk melakukan umrah dan mengambil bagian keutamaan malam lailatul qadar. Mereka memanjatkan doa-doa khusus di akhir Ramadhan tahun ini yang termasuk hari paling dinanti-nanti umat Muslim. Karena satu malam tersebut merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

  Tidak heran sejak Kamis malam (30/06/2016) hingga Jumat dini hari, lintas di Mekkah khususnya yang menuju  ke Masjidil Haram terlihat semakin ramai. Pegawai Pemerintahan Arab Saudi dari berbagai departemen diinstruksikan untuk andil dalam melakukan upaya penertiban jemaah dan memfasilitasi mereka yang tinggal di Mekkah sehingga jemaah tersebut merasakan kenyamanan dalam beribadah.

 

Umat Muslim seluruh dunia meyakini bahwa dalam 10 hari di akhir Ramadhan terdapat suatu malam dimuliakan dan hal itu termaktub di dalam kitab suci Alquran. Meskipun tidak ada penjelasan secara pasti tentang kapan jatuhnya malam yang mulia itu, namun masyarakat Muslim di Arab dan seluruh dunia banyak yang melakukan iktikaf dan shalat Tahajjud di Masjidil Haram.

Sebagai upaya dukungan yang diberikan oleh pemerintah, maka instruksi berupa layanan terhadap jemaah langsung datang dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz yang memerintahkan semua departemen pemerintahan untuk melakukan kontrol situasi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan orang yang datang ke Tanah Suci untuk beribadah di bulan yang penuh berkah ini.

Tidak hanya di Mekkah, jemaah di Madinah pun telah memadati Masjid Nabawi. Sama halnya dengan di Masjidil Haram, jemaah di Madinah juga melakukan ibadah iktikaf dan memperbanyak ibadah sunnah di dalam Masjid Nabawi karena mengharap keberkahan datangnya malam lailatul qadar. Pada dasarnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memiliki nilai sejarah perjuangan Islam, selain dari itu dua kota ini telah diberi keberkahan oleh Allah dengan berdirinya dua masjid suci sebagai tempat ibadah kaum Muslim.

Sedangkan Masjidil Haram di Mekkah, sampai saat ini merupakan Masjid yang diberkahi Allah dan selalu tersedia buah-buahan apa pun di sekitarnya meski tempat itu merupakan padang pasir. Karena sejatinya keberkahan itu terletak pada rida Allah dan juga doa Nabi Ibrahim a.s. maka dengan demikian pelayanan jemaah yang beribadah di Masjid Haramain harus menjadi prioritas utama.

Tindakan memprioritaskan pelayanan terhadap jemaah termasuk bagian dari ibadah. Maka tak heran jika pihak pengurus Masjid Haramain belakangan ini disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang dapat memperlancar kegiatan ibadah, “Di bulan suci Ramadhan seperti sekarang ini kami berfokus pada kelancaran aktifitas jemaah dalam menjalankan ibadahnya di dalam Masjidil Haram,” ungkap salah seorang petugas dari Departemen Kepengurusan Masjidil Haram, seperti yang dilansir dair Saudi Gazzette.

Suatu karunia Allah yang luar biasa jika pada malam yang penuh berkah umat Muslim dapat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, meski demikian bagi anda yang belum dapat melakukan iktikaf di Masjidil Haram, maka dapat pula anda pula melakukannya di masjid-masjid tempat anda tinggal. (fh)


Back to Top