Jumat Terakhir Ramadhan 1437 H

Situasi Makin Ramai, 3 Jendral Kirim 30.000 Pasukan Keamanan ke Masjidil Haram

Pada bulan Ramadhan khususnya setiap hari Jumat, seluruh aparat dan pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sibuk melakukan upaya penertiban dan pengamanan jemaah di dua masjid suci ini. Seperti yang telah diketahui bahwa pada Jumat pertama di bulan suci Ramadhan tahun ini tercatat 1 juta lebih jemaah yang datang ke Masjid Haram dan setengah juta jemaah di Masjid Nabawi. Di tengah keramaian tersebut, terkadang ada oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk mendulang keuntungan pribadi dengan cara yang tidak dibenarkan.

Selain daripada hal tersebut, kepadatan manusia dalam satu titik lokasi berpotensi menimbulkan bahaya sehingga perlu adanya penertiban yang dilakukan oleh otoritas terkait khususnya di Mekkah dan Madinah. Memasuki hari ke-27 dan juga Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan 1437 H, maka para komandan keamanan di Mekkah dan khususnya Masjidil Haram mengerahkan anggotanya sebanyak 30.000 personel yang telah terlatih dalam penanganan keramaian manunisa.

Jumat pagi (01/07/2016) mereka telah disiapkan untuk melaukan pengamanan yang disebar ke beberapa titik krusial yang berpotensi pada keramaian. Berkenaan dengan kebijakan ini, maka tiga jendral di Mekkah memberikan penjelasan kepada publik agar dapat memahami tujuan pengiriman pasukan ke Masjidil Haram. Tiga jendral jendral tersebut adalah Komandan Khusus Situasi Darurat Jendral Khalid Qarar, Asisten Manager Keamanan Umum Haji dan Umrah Jendarl Saud Al Khalyuwi dan Ketua Keamanan Masjidil Haram Jendral Muhammad Waslul Ahmadi.

Ketiganya menyatakan bahwa, anggota militer yang dikerahkan ini akan berkoordinasi dengan jajaran pengurus Masjidil Haram guna menertibkan jemaah di pusat keramaian masjid. Dengan demikian mereka akan ditempatkan di area mataf, di dalam Masjidil Haram dan pelatarannya. Setelah anggota keamanan ini disebar, selanjutnya diterapkan peraturan bahwa jika jumlah jemaah telah mencapai 80 persen dari kapasitas Masjidil Haram, maka pintu masuk masjid akan ditutup dan jemaah lain yang ingin melakukan shalat Jumat terpaksa harus melakukannya di halaman masjid.

Perluasan Masjidil Haram sejatinya telah dapat megakomodasi 50% dari jumlah jemaah yang ada di dalam masjid. Dengan kapasitas Masjidil Haram yang dapat menampung 900 ribu jemaah maka jika yang diperbolehkan masuk hanya 80% berarti terdapat 720 ribu jemaah yang diperbolehkan shalat di dalam Masjidil Haram, kemudian daya tampung di halaman masjid sekitar 360 ribu jemaah dengan demikian total keseluruhannya mencapai 1 juta lebih jemaah yang shalat Jumat di Masjidil Haram.

Jika ternyata halaman masjid penuh dan masih ada jemaah lainnya yang ingin shalat Jumat, maka jemaah akan diarahkan untuk shalat di jalan yang mengarah ke Masjidil Haram seperti, Jalan Misyal, Ajyad, dan Jalan King Abdul Aziz. Penataan seperti ini berutujuan agar pengaturan dapat lebih mudah dilakukan. Jika jemaah dibiarkan begitu saja memadati ruang Masjidil Haram maka hal ini dapat berbahaya dan menimbulkan kesulitan dalam penanganan penertiban yang dilakukan oleh petugas.

Selanjutnya penanggung jawab kemanan kota Mekkah pun berpendapat bahwa dalam kondisi keramaian seperti ini, aksi spekulan tidak dapat pungkiri keberadaannya, oleh sebab itu pihak keamanan akan menindak tegas siapa pun oknum yang melakukan pemanfaatan kondisi secara tidak sah, seperti peningkatan tarif sewa kursi roda diluar kewajaran yang pernah terjadi belum lama ini. (fh/almadina)


Back to Top