Di Tengah Kebuntuan, Instrumen Syariah Jadi Solusi Bangun Perumahan

Jakarta, (gomuslim). Tahun lalu, pemerintah pernah mencangkan program 100.000 rumah untuk para abdi negara (PNS) di seluruh Indonesia. Adapun realisasinya hanya sampai diangka 7000 rumah saja. Padahal, masih ada sekitar hampir satu juta PNS yang belum memiliki rumah. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk pemerintah, dalam hal ini untuk Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Belum juga selesai dengan urusan yang satu, pemerintah justru telah mengambil langkah besar tanpa penyelesaian yang besar pula. Sebagaimana yang telah digencarkan-gencarkan oleh Kementrian PUPR, tahun ini pemerintah telah mencanangkan program “sejuta rumah” untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non-MBR. Adapun progresnya hingga saat ini masih jauh sekali dari target, yakni baru sekitar 114.020 unit, dengan sebaran yang berbeda-beda di setiap daerahnya.

Program ini pun akhirnya mandek karena berbagai alasan; salah satu yang terbesar adalah karena pemotongan anggaran yang terjadi untuk menghemat APBN di tubuh Kementrian PUPR. Berbeda dengan program sejuta rumah yang belum menemukan solusi, program 100.000 rumah untuk para PNS pun mendapatkan saran menarik dari Badan Pertimbangan Tabungan perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) untuk melakukan investasi dana melalui instrumen surat berharga syariah negara (SBSN)/Sukuk Negara PBS (Project Base Sukuk).

Saran ini pun dinilai brilian dalam mencari alternatif solusi untuk membuat para abdi negara tersenyum dengan hunian barunya sehingga diharapkan nantinya lebih produktif lagi dalam bekerja. Namun, karena hal ini sangat berisko, tentu selalu ada masukan untuk menghasilkan keputusan yang terbaik. "Jadi diperlukan grand desain besar serta terobosan dari Bapertarum PNS agar keberadaannya dapat memberikan manfaat khususnya dalam penyediaan perumahan bagi abdi negara yang tersebar di seluruh Indonesia," Ujar Direktur Jenderal Penyediaan perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin pada acara Focus Group Discussion bertema Rencana Investasi Pada Instrumen SBSN/Sukuk Negara oleh Bapertarum PNS di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Kini, Kementrian PUPR mempunyai dua tugas besar yang berkenaan dengan properti, di samping pekerjaan-pekerjaan lainnya yang harus segera diselesaikan, di tengah-tengah ekonomi RI yang stagnan, hingga membuat sektor properti cenderung melambat dalam segi penjualan, terlebih di bulan Ramadhan tahun ini. (alp/dbs)


Back to Top